POSMETRO MEDAN – Polrestabes Medan membongkar praktik home industri pod vaping liquid diduga mengandung narkotika. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menangkap seorang warga negara asing (WNA).
Kapolrestabes Medan, Calvijn Simanjuntak, mengatakan pengungkapan ini menjadi langkah serius pihaknya dalam memutus rantai peredaran vape getar yang menyasar generasi muda.
“Baru kemarin berhasil diungkap oleh tim narkoba, home industri pod vaping liquid dengan tersangka warga negara asing,” ucap Calvijn, Rabu (19/5/2026).
Meski begitu, Calvijn masih enggan merinci penangkapan tersebut. Pihaknya masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan internasional di balik peredaran vape narkoba itu.
Selain itu, pihaknya juga tengah mendalami kemungkinan adanya jalur distribusi lain yang masuk ke Kota Medan. “Kita berdoa semoga jaringan pod vaping liquid di Medan ini bisa terputus untuk menjaga masa depan generasi muda,” tuturnya.
Sementara itu, Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Rafli Yusuf Nugraha, mengungkapkan tren peredaran pod narkoba kini semakin marak dan menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Dari hasil penyelidikan sementara, jaringan para pelaku diketahui melibatkan beberapa negara di Asia Tenggara. Polisi menemukan jalur masuk barang haram tersebut berasal dari luar negeri sebelum diedarkan di sejumlah kota besar di Indonesia.
“Untuk yang terakhir kita ungkap, itu dari Malaysia masuk Tanjung Balai, masuk ke kota besar,” beber Rafli.
Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya juga pernah mengungkap jaringan serupa yang berkaitan dengan Thailand. Polisi menduga sindikat pod narkoba ini merupakan jaringan internasional yang melibatkan lebih dari satu negara.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku disebut menggunakan berbagai modus untuk mengedarkan pod vaping liquid, mulai dari promosi melalui media sosial hingga memanfaatkan jasa aplikasi ojek online sebagai sarana distribusi kepada pembeli.
“Pengungkapan home industri pod narkoba ini menjadi bukti keseriusan Polrestabes Medan dalam memberantas peredaran narkotika dengan modus baru yang kini menyasar kalangan anak muda dan pelajar,” tutup alumnus Akpol 2008 itu. (bbs)












