POSMETROMEDAN.com – Perkenalan FS (17) dengan seseorang diduga berinisial RN berujung pilu. Siswi SMK ini harus merasakan pahit digilir oleh tiga orang, usai pulang dari rumah kenalannya tersebut.
Menurut FS, dia kenalan lewat chatting dengan salah satu pelaku sekitar dua minggu sebelum kejadian. Seiring waktu, kenalannya itu mengajak jumpa.
Sesuai kesepakatan, Sabtu (7/11/2020) malam, mereka akhirnya bertemu di depan Gereja HKBP Dusun Sihobuk. Saat itu kenalannya datang bersama seorang lainnya.
Begitu naik ke boncengan, korban dibawa ke sebuah kafe. Sepulang dari kafe, FS tidak langsung diantar pulang melainkan dibawa ke rumah keluarga pelaku.
Setiba di rumah itu, FS dibawa ke kamar. Tak lama, korban diantar ke pinggir jalan kawasan Tambunan. Disana, sekelompok orang langsung menghampirinya dan bertanya mau kemana.
Dengan polosnya korban menjawab jika dia mau pulang ke rumah di kawasan Sihobuk. Berikutnya kelompok pria itu menyuruh FS naik ke salah satu kereta agar diantar pulang.
Lagi-lagi dengan polosnya FS menerima tawaran tersebut. Begitu naik ke atas sepedamotor, dia justru dibawa ke sebuah gedung sekolah dasar di kawasan Laguboti.
Pada Minggu (8/11/2020) dinihari itu pula, korban dipaksa melayani pelaku. Dengan tega, tiga dari delapan pria tersebut menyetubuhi FS secara bergiliran.
“Ada tiga orang. Mereka gantian,” ungkap FS sedih.
Atas kejadian ini, FS kini hanya mengurung diri di rumah. Dia malu sama teman-teman di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu, dirinya masih takut melihat pria yang belum dikenalnya.
Ibu korban, Marlina Siagian (40) juga mengaku sama malunya dengan kejadian yang menimpa putrinya. Dirinya sama sekali tidak sanggup melihat wajah para tetangga, tiap kali keluar rumah.
“Enggak tahan lagi aku melihat ini semua. Malu aku melihat semua, kanan dan kiriku semua,” sedihnya.
Diungkap Marlina, dirinya sempat mengejar pelaku saat pergi membawa putrinya. Hanya saja pengejarannya tidak berhasil karena keburu jatuh dari sepedamotor.
Terpisah, seorang terduga pelaku dikenal oleh seorang warga bernama Pintor Simatupang (50), warga Desa Sibuea, karena tinggal tak jauh dari rumahnya.
Kata Pintor, seorang diduga pelaku berinisial RN sudah beberapa kali (disyaki) melakukan hal serupa. Tak dinyana, keberadaan RN sudah sangat meresahkan.
Disebutkan, RN kerap membawa perempuan ke rumah neneknya. Bahkan sebelum kejadian dirinya sempat menasehati RN atas perbuatannya selama ini.
Sebelum melakukan aksi, yang diduga sindikat ini ternyata sudah berkumpul di rumah nenek RN. Alasan perkumpulan tersebut adalah untuk membuat suprise dengan dasar ayah dari anggota sindikat tersebut ulang tahun.
“Saya lihat mereka ngumpul-ngumpul di rumah nenek pelaku, RN. Katanya, mereka ada acara karena bapak dari salah satu dari mereka ulang tahun, mau buat surprise. Jadi orang itu ngumpul-ngumpul di situ, saya kira orang itu sudah mabuk,” tuturnya.
Kasat Reskrim Polres Toba, AKP Nelson Sipahutar membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya masih melakukan pemeriksaan.
“Besok semuanya akan kita paparkan. Saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan kepada orang yang terlibat dalam rudapaksa tersebut,” pungkas AKP Nelsons Sipahutar.(*/ras)












