Orang Helvetia Dibakar Hidup-hidup Usai Cekcok dengan Penggoda Adik

oleh -637 views
OBATI: Keluarga berusaha mengobati luka korban.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Kejadian mengerikan terjadi di Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia pada Selasa (10/11/2020) malam. Seorang pria dibalok lalu dibakar hidup-hidup.

Beruntung, dalam kondisi kesakitan, korban cepat beraksi dengan melompat ke parit. Jika tidak, mungkin nyawanya tidak terselamatkan. Akibat bakaran tersebut, sekujur tubuh hingga wajah korban melepuh.

Pria bernasib tragis itu adalah Ridwan. Pria berusia 30 tahun ini menetap di Jalan Pendidikan, Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia. Hingga berita diturunkan, korban menjalani perawatan di rumahnya.

BACA JUGA..  Pemko Siap Dukung Pelaksanaan Pilkada Serentak dengan Prokes

Belum diketahui siapa yang membakar Ridwan. Hanya saja, aksi bakar ini berkaitan dengan kejadian sesaat sebelumnya. Dimana, korban sempat terlibat pertengkaran dengan seseorang di sebuah bengkel seputaran Jalan Pantai Barat, Medan Helvetia.

Pertengkaran dipicu rasa tidak senang Ridwan atas perlakuan yang dialami adik perempuannya. Dimana, sang adik merasa terganggu selalu digoda tiap kali melintas di depan bengkel.

Usai bertengkar, korban berniat pulang ke rumahnya. Namun tanpa disadarinya, seseorang mengikuti dari belakang. Berikutnya, orang tersebut memukulnya pakai broti. Ridwan pun jatuh.

BACA JUGA..  Miris! ABG Diperkosa Teman Ayah

Oleh pelaku, Ridwan disiram cairan dalam kemasan botol air mineral. Selanjutnya, pelaku membakar Ridwan lalu pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Tak kuasa menahan panas akibat kobaran api, Ridwan segera menceburkan diri ke parit. Saat bersamaan, warga sekitar segera menolong korban dan melarikannya ke RS Bina Kasih.

Beberapa jam menjalani perawatan, pihak keluarga akhirnya membawa pulang Ridwan pada Rabu (11/11/2020) sore. Walau luka bakarnya cukup parah, pihak keluarga memutuskan melakukan pengobatan dengan cara tradisional.

BACA JUGA..  Menteri Edhy Prabowo Pecatan TNI

Di rumah, Ridwan ditidurkan dengan beralaskan daun pisang. Sekujur tubuhnya diolesi minyak dan rempah-rempah. Agar tubuh tidak kaku serta aliran darahnya tetap lancar, sesekali tangan dan kakinya dipaksa bergerak (perlahan).

Terkait kasus ini, ketika dikonfirmasi POSMETRO MEDAN, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean mengatakan pihaknya belum ada menerima laporan korban.

“Belum ada LP nya. (Tapi) terima kasih informasinya,” katanya singkat.(oki/ras)