Suami Diikat, Istri Digilir 3 Perampok

oleh -132 views
PAPARKAN: Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj memaparkan kasus perampokan disertai pemerkosaan.

POSMETROMEDAN.com – Tiga kawanan perampok meraup keuntungan ganda ketika beraksi di Paluta. Selain menggasak harta benda, ketiganya menggilir istri pemilik rumah.

Walau tindakan bejat itu berjalan mulus, namun para pelaku tidak serta merta bisa hidup nyaman. Nyatanya, pihak kepolisian berhasil menguak identitas dan menangkap mereka.

“Telah dilakukan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pemerkosaan. Polisi menangkap tiga tersangkanya,” kata Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj, kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Roman menjelaskan peristiwa itu diduga terjadi di pondok kebun karet di Desa Hutaimbaru, Halongonan, Paluta, Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, korban S, yang sedang tidur, mendengar ada orang mengetuk pintu dan mengaku bernama Harahap.

BACA JUGA..  Prediksi Pertandingan Liga Eropa: Nice vs Hapoel Beer Sheva

S kemudian membuka pintu karena menduga Harahap yang dimaksud adalah pemburu babi yang pernah datang ke tempatnya seminggu yang lalu. S selanjutnya memberikan air minum kepada ketiga pelaku.

Roman menyebut Harahap sempat memberikan makanan ringan kepada anak S. Namun sekitar pukul 01.30 WIB, Harahap, yang belakangan diketahui bernama Candra Rangkuti, menodongkan senjata api rakitan ke S.

BACA JUGA..  Bunuh Driver Gojek, Begal Tewas Dimassa

Selain itu, rekan Candra menodongkan pisau ke leher S. Seorang lainnya mengikat korban dengan tali di tiang pondok itu lalu menggasak barang-barang milik S. Mereka juga melakukan pemerkosaan secara bergantian terhadap P, istri S.

Para pelaku kemudian meninggalkan tempat tersebut dengan membawa barang 1 unit sepeda motor, 1 helm, 1 lembar STNK, 2 unit HP, 1 tas sandang, dan uang Rp 600 ribu. Polisi yang mendapat laporan kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap tiga orang, yakni Candra Rangkuti, Ramadhan Harahap alias Tanjung, dan Ali Mukmin Tumanggor.

BACA JUGA..  Tiga Bocah di Langkat Hilang Misterius, Beredar Video Ketiganya Bermain Dekat Galian

“Pada tanggal 9 Oktober, dilakukan penangkapan terhadap Ramadhan Harahap alias Tanjung, yang saat kejadian menodongkan pisau ke leher pelapor dan Ali Muklim Tumanggor yang berperan sebagai pengikat kaki pelapor dan juga menyita barang bukti yang ada kaitannya dengan perkara tersebut,” ujar Roman.

Mereka dijerat Pasal 365 ayat 2 dengan ancaman penjara 12 tahun serta Pasal 285 KUHP dengan ancaman penjara 12 tahun.(bbs/ras)