Saling Klaim Tanah, Keluarga Simorangkir Baku Hantam

oleh -64 views

POSMETROMEDAN.comSaling klaim tentang hak kepemilikan tanah di Peatolong Desa Simorangkir Julu Kecamatan Siatas Barita Tapanuli Utara, keluarga Simorangkir baku hantam. Akibat kejadian itu, ada yang menderita luka.

Korban yang mengalami luka yakni Anton Sujarwo Simorangkir (36) warga Jalan Darat Kecamatan Boglas Kabupaten Meranti Riau. Korban datang ke tempat orang tuanya dari Riau untuk mengurus masalah tanah tersebut.

Kapolres taput AKBP Jonner MH Samosir SIK melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing membenarkan peristiwa penganiayaan tersebut ketika dikonfirmasi, Jumat (9/10/2020).

Penganiayaan atas diri korban terjadi, Kamis (8/10/2020) pukul 10.30 WIB. Pelakunya adalah Husor Simorangkir (20), Parlin Simorangkir (38) dan AMD Sahat Tua Simorangkir ( 37). Ketiganya warga yang sama.

BACA JUGA..  Spesialis Jual Sabu ke Supir Truk, Security PT Mitra Enjenering Diciduk

“Ketiga tersangka sudah kita tahan di Polres Tapanuli Utara,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan, korban mendatangi orangtua tersangka di tempat kejadian, Rabu (7/10/2020). Korban kemudian menanyakan tentang kepemilikan tanah yang kuasai oleh orang tua tersangka.

Kemudian terjadi perdebatan antara orang tua tersangka dengan korban. Sehingga korban memaki-maki orang tua tersangka.

Lalu orang tua tersangka memberitahukan hal tersebut kepada anaknya Husor dan Sahat. Setelah mendapat informasi tersebut, lalu Husor dan Sahat mengajak saudaranya Parulian ke ladang keesokan hari.

BACA JUGA..  Usai Transaksi Sabu, Edo Digrebek Polsek Pantai Cermin

“Karena mereka yakin bahwa korban masih akan datang ke tempat kejadian untuk memperjelas hak kepemilikan tanah,” kata Aiptu Walpon.

Keesokan harinya, korban bersama Luciana Br Hutagalung dan Pomario Unero Br Simorangkir datang dan bertemu dengan ketiga orang tersangka. Sempat berdebat, lalu Sahat dan korban bertinju dan bergulat.

Setelah mereka bergulat, lalu Parulian ikut memegang korban membantu Sahat. Kedua orang ibu-ibu teman korban datang dengan memegang parang.

“Lalu HS (Husor) datang dan menangkap parang yang dibawa ibu-ibu teman korban,” tutur Aiptu Walpon.

Saat Sahat dan korban berkelahi, lalu Husor mencari kayu-kayu yang ada di tempat kejadian untuk memukul korban. Setelah Husor menemukan kayu tersebut, lalu menusukkannya ke pinggang korban beberapa kali.

BACA JUGA..  Tertangkap Tangan Letak Sabu Dekat Kaki, Nelayan Diamankan Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai

Setelah korban tidak berdaya, lalu mereka meninggalkannya di tempat kejadian. Begitu petugas menerima laporan peristiwa tersebut, polisi langsung meluncur ke lokasi dan membawa korban ke RS Tarutung serta mengamankan barang bukti.

“Seperti itulah kejadiannya dari hasil pemeriksaan kita. Ini kita dapat dari tersangka maupun saksi saksi serta barang bukti. Jadi kalau ada beredar di medsos peristiwa tersebut ada katanya pembacokan, itu tidak benar,” pungkas Walpon.(bbs)