Rusuh UU Ciptaker, Dua Molotov Siap Dilempar ke Polisi

oleh -91 views

POSMETROMEDAN.com – Personel Reskrim Polsek Medan Timur menangkap 102 pelajar yang akan ikut berdemo di Lapangan Merdeka Medan. Dua orang resmi ditahan karena membawa 2 bom molotov, Jumat (9/10) sore. Keduanya mengaku molotov disiapkan untuk dilempar ke polisi.

Kedua tersangka masing-masing berinisial MR (17) warga Jalan Yos Sudarso Lorong 14 C, Kecamatan Medan Barat yang berstatus pelajar SMKP PAB Helvetia kelas XII dan KK (16) Jalan Helvetia Pasar 5 Gang Masjid, Kecamatan Medan Helvetia berstatus pelajar di SMKN 5 Medan kelas XI.

BACA JUGA..  Jangan Ladeni Surat Gubsu Minta Dana

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu ALP Tambunan mengatakan, penangkapan terhadap para pelajar itu berawal ketika personel Reskrim stand bye di Mapolsek untuk mengantisipasi demo mahasiswa yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

“Kita stand bye di depan Mako untuk melakukan razia terhadap massa pendemo. Tiba-tiba melintas sejumlah angkot yang ditumpangi seratusan pelajar dan pengendara sepedamotor, sehingga saya bersama anggota menghalau mereka,” ujarnya.

BACA JUGA..  Briptu AS Digerebek Warga Nyabu di Gubuk

Tiba-tiba para pelajar itu berupaya kabur. Namun kita melakukan pengepungan dan berhasil mengamankan 102 pelajar yang masih dibawah umur.

Selanjutnya para pelajar dikumpulkan di Polsek Medan Timur. Selanjutnya dilakukan penggeledahan.

“Hasilnya, dari tas ransel milik MR ditemukan 2 botol sirup kaca berisi minyak tanah lengkap denga sumbu (bom molotov). Sedangkan dari tas KK disita cat pilox,” jelasnya.

Kanit menambahkan, saat diinterogasi MR mengaku bertemu dengan temannya berinisial R yang berhasil melarikan diri. R menitipkan 2 bom molotov di dalam tas MR untuk dibawa ke Lapangan Merdeka serta ikut demo.

BACA JUGA..  8 Tahanan Kabur, 5 Diciduk, 1 Nyerah, 2 Buron

“Menurut pengakuan MR bahwa rencananya bom molotov itu akan dilempar kepada petugas (polisi-red) saat berdemo. Selanjutnya kedua tersangka diperiksa lebih lanjut,” kata Tambunan.

“Sedangkan 100 pelajar lagi didata dan selanjutnya kita akan memanggil orangtuanya masing-masing,” sambungnya.

Tersangka dijerat dengan tindak pidana Percobaan Pembakaran, dengan Pasal 187 Juncto 53 KUHPidana.(sor)