Pembunuhan Hakim Jamaluddin; Kalah Banding, Zuraida Kasasi

oleh -71 views
DARING: Sidang pembunuhan hakim Jamaluddin digelar secara daring.

POSMETROMEDAN.com – Zuraida Hanum mengajukan kasasi terhadap vonis mati dalam kasus pembunuhan suaminya yang juga hakim PN Medan, Jamaluddin. Pengajuan kasasi dilakukan setelah pihak Zuraida menerima salinan putusan banding dari PT Medan.

“Kemarin sudah diberitahukan. Baru kemarin, diberitahukan putusan itu, jadi saya sudah konsultasi dengan Hanum sekaligus sudah dia tanda tangan kuasa kasasi. Sudah jelas kasasi kita,” kata pengacara Zuraida Hanum, Onan Purba, Rabu (14/10/2020).

BACA JUGA..  Pemprov Usulkan Kongres Bahasa 2023 Digelar di Sumut

Onan tidak menyebutkan secara detail kapan memori kasasi diserahkan ke pengadilan. Onan juga tak menjelaskan detail alasan Zuraida mengajukan kasasi. “Sudah pasti (kasasi). Karena sudah dikuasakan,” ujar Onan.

Sebelumnya, PT Medan menguatkan vonis mati terhadap Zuraida Hanum. Zuraida divonis hukuman mati karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap suaminya.

“Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 907/Pid.B/2020/PN Mdn, tanggal 1 Juli 2020, yang dimohonkan banding tersebut,” ujar majelis banding yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (21/9/2020) lalu.

BACA JUGA..  Prediksi Pertandingan Liga Eropa: Nice vs Hapoel Beer Sheva

Zuraida dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1, 2 KUHP. Majelis hakim menilai vonis mati telah mencerminkan rasa keadilan bagi terdakwa dan masyarakat.

Selain itu, PT Medan mengubah vonis 20 tahun penjara eksekutor hakim Jamaluddin, Reza Fahlevi (28), menjadi hukuman mati. PT Medan menilai hukuman 20 tahun penjara terlalu ringan dan tidak sepadan dengan kesalahan Reza. Begitu juga Jefri Pratama, dari penjara seumur hidup menjadi hukuman mati.

BACA JUGA..  Libur Long Weekend Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

“Menyatakan terdakwa M Reza Fahlevi tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama’ sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primair penuntut umum. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa M Reza Fahlevi oleh karena itu dengan pidana mati,” demikian bunyi putusan majelis banding.(*)