Dugaan Tahanan Tewas Disiksa, Korban Tak Ada Sakit Lambung

oleh -83 views

POSMETROMEDAN.com – Kasus tewasnya dua tahanan Polsek Sunggal masih terus berjalan. Setelah melaporkan pidana umumnya ke SPKT Polda Sumut, pihak keluarga melaporkan kasus ini ke Bidang Propam Polda Sumut, Kamis (8/10/).

Laporan pihak korban diterima dengan nomor: STPL/59 /X/2020/Propam. Wakil Direktur (Wadir) LBH Medan, Irfan Syahputra mengatakan tewasnya kedua tahanan tersebut diduga adanya pelanggaran kode etik Polri yang dilakukan oleh petugas Polsek Sunggal.

“Dengan adanya LP ini LBH medan kembali meminta Kapoldasu dan jajarannya (Bid Propam) segera memproses adanya dugaan pelanggaran kode etik Polri yang terjadi di Polsek Sunggal terkait kematian 2 tersangka yaitu almarhum Joko Dedi Kurniawan dan Rudi Effendi,” kata Irfan.

BACA JUGA..  Tertangkap Tangan Letak Sabu Dekat Kaki, Nelayan Diamankan Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai

Kata Irfan, jika kedua korban sakit kenapa tidak dibantarkan sesuai SEMA RI No. 1 Tahun 1989 tentang Pembantaran? Hal ini dapat dilakukan demi menyelamatkan nyawa para tahanan.

“Hal ini jelas menerangkan adanya dugaan pelanggaran pidana dan kode etik polri yang di duga dilakuan Polsek Sunggal,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, para korban tidak ada memiliki riwayat penyakit lambung dan kepala sebagaimana diterangkan oleh Polsek Sunggal.

“Dalam hal ini juga banyak kejanggalan. Surat kematian yang diterbitkan oleh pihak RS Bhayangkara tidak ada menjelaskan penyebab kematiannya,” tegas Irfan.

“Jadi bagaimana mungkin pihak polsek mengetahui jika tersangka tersebut meninggal karena sakit, ini sangat tidak masuk akal,” beberapa Irfan.

BACA JUGA..  Aiptu R. Silaban Ditembak Eks Brimob, 2 Peluru Tembus Perut

Oleh karena itu, Irfan berharap Kapoldasu segera memproses kasus tewasnya kedua tahanan Polsek Sunggal.

“Demi tegaknya hukum dan keadilan, sudah sepatutnya laporan pengaduan korban harus diproses dan diusut tuntas,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Keluarga tersangka Joko Dedi Kurniawan alias Joko membuat pengaduan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut, Selasa (6/10).

Pengaduan diterima sekira pukul 14.00 WIB.  Didampingi LBH Medan, pengaduan keluarga korban diterima dengan nomor : SPKT/1924/X/SUMUT/2020.

“Dengan adanya LP ini kami meminta Kapoldasu dan jajaranya  segera memproses dengan profesional, serius dan transparan,” ujar Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Syahputra SH, MH di Mapolda Sumut, Selasa (6/10/2020).

“Agar jelas secara hukum penyebab kematian kedua korban, apakah dianiaya atau sakit seperti kata pihak Polsek Sunggal,” sambungnya.

BACA JUGA..  Usai Transaksi Sabu, Edo Digrebek Polsek Pantai Cermin

Irvan meminta Kapolsek Sunggal jangan menutupi perilaku oknum. Karena ini akan menjadi preseden buruk bagi proses penegakan hukum.

Diketahui, tersangka Joko Dedi Kurniawan dan Rudi Efendi meninggal dunia dalam proses penyidikan. Tepatnya pada tanggal 2 Oktober 2020 dan tanggal 26 September 2020.

Joko dan Rudi diamankan pihak Polsek Sunggal bersama 6 orang lainnya pada hari Selasa (8/9/2020) lalu sekira pukul 23.00 WIB.

Mereka disangkakan tindak pidana pencurian dan kekerasan dengan Modus polisi gadungan di SPBU kawasan Jalan Ring Road, Kelurahan Asam Kumbang, Medan Selayang.(bbs)