Dua Kapal Ikan Diberondong Peluru, 2 Nelayan Tewas, 1 Kritis

oleh -58 views
SELAMAT: Salahsatu nelayan selamat dari berondongan peluru.

POSMETROMEDAN.com – Perairan Aceh kini jadi momok menakutkan bagi nelayan. Akhir pekan lalu, dua kapal ikan asal Sibolga diberondong peluru oleh kawanan disyaki perompak.

Akibat serangan mendadak tersebut, dua orang nelayan dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan seorang lagi masih kritis dan dirawat di RSUP H. Adam Malik Medan.

Kedua korban meninggal yakni Ardiansyah Putra (33) warga Budi Luhur Pandan, yang merupakan ABK KM Tiur. Kemudian, Aspuri alias Kuya (36) warga Tapian Nauli II Tapteng, Nahkoda KM Kasih Sayang. Sedangkan korban luka bernama Irfan Nasution alias Gilang (21) warga Kecamatan Sibolga Sambas.

BACA JUGA..  Pengendara CBR Tabrak Mobil, Istri Meninggal, Suami Sekarat

Ditemui di kantor Satpol Airud Sibolga, Maruli Hutahayan, salah seorang ABK KM Tiur yang berhasil selamat dari tragedi mengenaskan tersebut mengaku trauma dengan kejadian tersebut.

Diterangkannya, penembakan berlangsung saat mereka sedang tertidur lelap setelah dua hari mencari ikan, Sabtu (3/10/2020) lalu sekira pukul 03.00 WIB.

“Orang itu (OTK) tiba-tiba menyerang kami, waktu kami buang jangkar, lagi tidur. Mereka gak ada ngomong apa-apa, langsung main tembak aja,” kata Maruli usai dimintai keterangan oleh pihak Satpol Airud.

Tanpa pikir panjang, mereka langsung memutus tali jangkar, kemudian menyalakan mesin dan berusaha melarikan diri. Hingga kapal telah menjauh, para OTK tersebut masih terus memberondong mereka dengan peluru.

BACA JUGA..  Pemancing Temukan Mayat Pria Berkolor Aggree

“Kami putus jangkar, terus lari. Kapal sudah di tengah pun masih terus mereka menghujani kami dengan peluru. Kami terus lari tanpa tujuan, gak tahu mau ke mana,” terangnya.

Setelah 24 jam berlayar, kedua kapal tiba di Sibolga. Kedua jenazah langsung dibawa ke rumah masing-masing. Sedangkan, korban yang masih kritis dilarikan ke rumah sakit.

Disinggung mengenai OTK yang memberondong mereka dengan peluru, Maruli mengaku tidak kenal. Bahkan, dari pakaian yang dikenakan para OTK juga tidak ada menandakan bahwa mereka merupakan petugas.

BACA JUGA..  Pemancing Temukan Mayat Pria Berkolor Aggree

“Pelaku gak kami kenal, karena gak ada yang berdinas. Mereka hanya pakaian hitam. Mereka menggunakan kapal kecil, muat-muat 5 orang aja. Bukan kapal patroli,” pungkasnya.

Kasat Pol Airud Sibolga, AKP M Sihombing dalam keterangannya membenarkan telah memeriksa para ABK kapal naas tersebut. Pihaknya juga telah mengetahui bahwa ada korban tewas sebanyak dua orang yang sudah dimakamkan.

“Kita meminta keterangan biar jelas dan akan kita laporkan. Dua orang sudah meninggal dan sudah dikebumikan. Satu kritis sudah dibawa ke Medan. Sebelumnya dirawat di rumah sakit Colombia. Barusan dirujuk lagi ke rumah sakit Adam Malik,” pungkasnya. (ts/ras)