HUT NAGAN RAYA

Pabrik Pembuatan Roti Digerebek Polisi, Pemilik Sempat Melawan dan Teriak Maling

oleh -286 views
PABRIK ROTI DIGEREBEK : Pabrik roti di Jalan Madio Santoso No 109, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, saat digerebek personil Polsek Medan Timur. Diduga pengolahan roti tidak sesuai standart kesehatan pemerintah. (Mangampu Sormin)

POSMETROMEDAN.COM – Tekab Polsek Medan Timur menggerebek pabrik pembuatan roti di Jalan Madio Santoso No 109, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, yang diduga tidak memenuhi standar kesehatan dan pangan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu ALP Tambunan, Kamis (20/8) malam mengatakan penggerebekan itu dilakukan lantaran menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang menyebutkan pengelola pabrik diduga melanggar standar kesehatan dalam pembuatan roti tersebut.

BACA JUGA..  Pemko Medan Terima Penyerahan PSU Dari PT Surya Daindo Harmoni

“Dengan adanya informasi itu, Selasa (15/8) sekira pukul 15.13 WIB anggota kita dengan membawa surat tugas langsung mendatangi pabrik. Hasilnya dari lokasi ditemukan tumpukan roti siap jual tanpa masa kadaluarsa berikut sisa roti yang tidak terjual berserakan. Selain itu terdapat olahan panir dan olahan sarikaya di lantai,” ujarnya.

Petugas menduga pembuatan roti tersebut tidak memenuhi standar kesehatan dan pangan yang dapat membahayakan masyarakat.

BACA JUGA..  Satlantas Polres Sergai Gelar Operasi Yustisi, Kasat : Kita Edukasi Bahaya Covid-19

“Daat petugas sedang mendalami dugaan pelanggaran pembuatan roti yang tidak memenuhi standar kesehatan itu, pemilik pabrik berinisial Ra, anak We serta sejumlah pekerja melakukan perlawanan dengan meneriaki petugas sebagai maling,” terangnya.

Lanjut Kanit, petugas saat itu mengamankan sejumlah barang bukti pembuatan roti diantaranya 1 botol pewarna pangan merk lion brother, 1 liter perasa dan pewarna merek maglam, 3 stiker pembungkus roti dan panir. Dua bungkus tepung panir, 1 stiker violet, 1 bungkus adonan panir dan 1 bungkus tepung terigu.

BACA JUGA..  Dirut PTPN II Meninggal karena Terinfeksi Covid-19

“Satu bungkus gula, 1 bungkus garam, 1 bungkus pengawet, 1 bungkus ragi basah, 1 bungkus ragi kering merk prime, 10 bahan jadi kue, 1 bungkus srikaya olahan dan 1 bungkus susu bubuk. Petugas kemudian membawa sejumlah barang bukti itu. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan, serta kita akan mengundang pemilik untuk melihat dokumen perizinan dan gelar perkara,” terangnya. (sor)