Usai Makan Nasi Bungkus Pemberian Pemkab Deli Serdang, Puluhan Santri Keracunan Dilarikan Kerumah Sakit

oleh
Sejumlah santri-santriwati saat mendapatkan perawatan di salah satu Rumah Sakit.

POSMETRO MEDAN – Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang digelar di alun-alun Pemkab Deliserdang, Lubuk Pakam mendadak heboh, pasalnya puluhan santri mengalami sakit perut diduga keracunan usai menyantap nasi bungkus yang disediakan pihak Pemkab Deli Serdang. Kamis 22/10/2026.

Satriawan dan Santriwati yang menjadi korban keracunan berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Mazilah Darussalam Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang.

Para santri-santriwati diduga keracunan setelah menyantap nasi bungkus yang disediakan Pemkab Deli Serdang pada acara makan siang, dirawat di sejumlah rumah sakit sejak, Jumat (23/10/2026) shubuh.

Pimpinan Ponpes Mazilah Darussalam, Muhammad Fahrul Yusuf, meminta Pemkab Deliserdang untuk bertanggungjawab atas kejadian tersebut. “Pemkab tanggung jawab,” tegasnya.

BACA JUGA..  Dinilai Mampu Menerjemahkan Tagline 'Polisi Bersama Masyarakat', Hadi Suhendra Apresiasi Kapolda Sumut

Fahrul Yusuf mengakui, saat ini santri/santriwati masih menjalani perawatan intensif.
“Dari Pesantren kita ada 32 santri/santriwati yang masih opname dan untuk sementara ini ada 4 pesantren yang mengadukan,” kata Fahrul Yusuf.

Fahrul Yusuf menjelaskan, makanan siang itu disiapkan oleh Pemkab Deliserdang melalui Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dengan 4 jenis makanan yang disediakan.

“Jenis makan siangnya ada 4, yang pertama nasi kotak dengan lauk daging. Ke-dua nasi bungkus dengan lauk ikan ayam, ketiga nasi bungkus ikan nila yang bagus dan keempat nasi bungkus ikan nila yang sudah berlendir dan bau. Jadi kita dapat yang itu, yang ke-empat, kita 55 orang,” katanya.

BACA JUGA..  Anggota Pemuda Pancasila Tj.Morawa Tewas Ditembak

Menurut Fahrul, para santri mulai merasakan sakit pada tengah malam setelah mengkonsumsi nasi bungkus tersebut.

“Jadi jam 12 malam mereka kesakitan, saya kira biasa-biasa saja, shubuh terkapar semua, saya bawaklah rumah sakit di Sufi Sehat, RS Joko dan RS Madini Bromo,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun wartawan, para santri mulai mengalami sakit perut, mual dan muntah sejak tengah malam. Awalnya dikira hanya sakit perut biasa, namun karena banyak yang mengalami sakit dengan gejala yang sama, akhirnya mereka langsung dilarikan ke klinik terdekat.

Karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak pengelola pondok pesantren pun kemudian merujuk para santri yang menjadi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

BACA JUGA..  Pria Dua Istri di Deli Serdang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sementara itu Kabag Kesra Pemkab Deliserdang, Gento Herlambang yang dikonfirmasi warganya mengaku telah mendapat kabar soal musibah yang dialami oleh santri ini. Saat dikonfirmasi Gento mengaku mau berkunjung ke rumah sakit untuk memastikan kondisi para santri. Ditegaskan dalam hal ini Pemkab siap untuk bertanggungjawab.

“Acara Hari Santri kemarin tingkat Provinsi memang tapi kita yang menyediakan tempat dan lainnya. Termasuk konsumsi untuk peserta. Ini saya mau ke rumah sakit dulu mau lihat kondisi mereka,” Pungkasnya. (Wan)

EDITOR : Putra