Seratusan Siswa SMAN 1 Berastagi Keracunan MBG

oleh
oleh
Proses evakuasi para siswa yang keracunan MBG.

POSMETRO MEDAN – Seratusan siswa SMA Negeri 1 Berastagi keracunan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (16/8/2026).

Para korban mengeluhkan mual, pusing, wajah terasa panas, serta lidah gatal-gatal usai menyantap menu yang terdiri atas ikan sarden dan tahu sambal.

Kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB, ketika sejumlah siswa mulai merasakan keluhan tak lama setelah makan.

Beberapa di antaranya terlihat lemas hingga sesak napas. Teman-teman yang berada di lokasi segera melaporkan kondisi itu kepada guru, yang kemudian langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat.

BACA JUGA..  Pegawai Wanita Dibogem Sekdis PMD Deli Serdang, Ini Sebabnya

Kondisi darurat langsung menyelimuti sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo. Ambulans dan kendaraan lainnya terlihat silih berganti mengantar siswa yang membutuhkan perawatan.

Di ruang gawat darurat, tampak kecemasan para orang tua yang datang menjenguk anak-anak mereka, ingin memastikan kondisi putra-putrinya.

Para perawat dan dokter yang bertugas pun kewalahan menangani lonjakan pasien yang datang dalam kondisi lemah. Hingga pukul 16.27 WIB, data sementara mencatat sebanyak 157 siswa dirawat di RSU Efarina Etaham Berastagi (92 orang),
RS Amanda Berastagi (39 orang), dan
RSU Kabanjahe (26 orang).

BACA JUGA..  3 ASN BAPENDA Karo Diperiksa Polda Sumut

Selain dari SMAN 1 Berastagi, sejumlah siswa dari SMA Swasta Berastagi juga dilaporkan mengalami gejala serupa dan turut mendapatkan perawatan.

Mendapatkan laporan tersebut, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, didampingi Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan, dan Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., langsung meninjau lokasi perawatan.

Mereka memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis yang optimal.

BACA JUGA..  Kasus Winda Lorenza Dipantau DPR RI, Brigadir IH Ditahan Propam

“Saya minta agar seluruh pasien diberikan penanganan terbaik. Semoga mereka lekas pulih dan sehat kembali,” ujar Bupati Antonius Ginting kepada tim medis di salah satu rumah sakit.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dan dinas kesehatan setempat masih melakukan pendataan, serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan massal tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda terus memprioritaskan pemulihan kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan intensif.(mrk)