Poktan Demo PT BSP di Kisaran Ricuh, Puluhan Orang Luka

oleh
oleh

POSMETRO MEDAN – Demonstrasi ratusan anggota kelompok tani (Poktan) di depan kantor PT Bakrie Sumatera Plantation (BSP) di Kisaran, Asahan, berakhir ricuh pada Kamis (13/8/2026) siang.

Massa terlibat bentrokan dengan petugas keamanan, setelah meminta perusahaan menunjukkan surat perubahan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan.

Kericuhan terjadi ketika massa mendatangi pintu masuk kantor perusahaan. Petugas keamanan yang berjaga memasang pagar berduri untuk membatasi akses dan mencegah massa masuk ke area kantor.

BACA JUGA..  Ganja Ratusan Kilogram Gagal Beredar, 3 Pria Diborgol

Situasi memanas setelah massa meminta perwakilan manajemen menemui mereka. Sejumlah peserta aksi kemudian berusaha menerobos masuk, tetapi dihalangi petugas keamanan.

Ketegangan berujung saling lempar batu antara massa dan petugas keamanan. Sejumlah orang terluka dalam kejadian tersebut, sementara mobil rusak akibat terkena lemparan batu.

Perwakilan kelompok tani, Ali Usman Sitorus mengatakan, kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan terkait dokumen perubahan HGU perkebunan.

BACA JUGA..  Peredaran Pod Getar Terendus di Binjai, Dua Orang dimankan

Pihak perusahaan kemudian memperlihatkan surat yang diminta massa. Namun, pengunjuk rasa tetap tidak puas karena mereka tidak diperbolehkan mendokumentasikan dokumen tersebut.

“Yang pertanyaan kami kalau memang itu SK perubahan BSP yang baru kenapa itu tidak boleh kita untuk mendokumentasikan, apakah itu betul atau tidak,” kata Usman.

Aksi mulai mereda setelah perwakilan kelompok tani diperbolehkan masuk ke dalam kantor perusahaan untuk melakukan pembicaraan dengan pihak manajemen.

Sementara itu, Legal Departemen PT BSP Wahyudi turut menemui perwakilan kelompok tani dalam proses penyelesaian tuntutan tersebut.

BACA JUGA..  Buang Jasad Bayi ke Belakang Rumah Majikan, ART Dituntut 10 Tahun Penjara

“Kami akan memberikan imbauan, memberikan surat agar kelompok masyarakat penggarap itu keluar dari areal HGU nya BSP,” ujar Wahyudi.

Hingga aksi berakhir, aparat dan pihak perusahaan masih melakukan pengamanan di sekitar kantor untuk mencegah kericuhan kembali terjadi.

Polisi juga melakukan penanganan terhadap dampak bentrokan yang menyebabkan sejumlah orang terluka dan kerusakan kendaraan.(bbs)