POSMETRO MEDAN – Remaja bernama Posman (17) tewas kesetrum saat memanen sawit di areal perkebunan sawit PTPN IV, Simalungun.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menyebut lokasi pasti kejadian yakni di Kebun Marihat Huta IV Bagasan Nagori Silampuyang, Kecamatan Siantar.
“Sekira pukul 05.19 WIB, personel Polsek Gunung Malela mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya penemuan mayat di areal Perkebunan PTPN IV Kebun Marihat,” kata Verry.
Usai menerima informasi itu, petugas kepolisian langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, polisi juga memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan di lokasi, peristiwa itu terjadi saat korban tengah memanen buah sawit. Lalu, egrek atau alat memanen sawit itu mengenai aliran listrik bertegangan tinggi yang berada di lokasi.
Akibatnya, korban tersengat dan terlempar. Dalam peristiwa itu, korban dilaporkan meninggal dunia.
“Pada saat korban mengegrek buah kelapa sawit di kebun PTPN IV, egrek yang dipegang korban yang terbuat dari viber aluminium, tersentuh listrik tegangan tinggi kekuatan 550 KVA. Diduga penyebab kematian adalah sengatan arus listrik yang menyebabkan gagal jantung,” ujarnya.
Setelah kejadian, jasad korban dibawa ke RS Djasamen Saragih untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, pihak keluarga menolak jasad korban untuk diautopsi.
“Tidak dijumpai tanda-tanda kekerasan yang bermakna yang dapat menyebabkan kematian. Namun, dijumpai tanda-tanda luka trauma listrik pada telapak dan punggung tangan kanan serta kiri sebagai tanda arus masuk. Selain itu, ditemukan beberapa luka lecet di wajah dan dagu,” pungkasnya.(bbs)












