Sempat Hilang, 2 Polisi Ditemukan Tewas Usai Gerebek Lokasi Narkoba

oleh
oleh
Petugas gabungan jenazah personel Polres Ketingan yang hilang saat ikut menggerebek lokasi narkoba.

POSMETRO MEDAN – Sempat dilaporkan hilang, dua personel Polres Katingan ditemukan tewas usai ikut dalam penggerebekan lokasi narkoba.

Diketahui, penggerebekan digelar jajaran Satres Narkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Penggerebekan dilakukan malam hari dengan menerjunkan 12 personel. Sebagian bertugas melakukan penindakan langsung, sementara personel lainnya berperan sebagai tim pendukung.

Awalnya operasi berjalan sesuai rencana. Polisi bahkan berhasil mengamankan salah satu target yang menjadi sasaran operasi.

BACA JUGA..  Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap KPK

Namun situasi berubah, ketika petugas diduga mendapat perlawanan dari sejumlah orang di lokasi. Bentrokan tidak dapat dihindari dan menyebabkan korban di pihak kepolisian.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra dinyatakan gugur. Sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto dilaporkan hilang.

Pencarian besar-besaran kemudian dilakukan di sekitar lokasi kejadian hingga aliran Sungai Katingan.

Pada Sabtu 4 Juli 2026, tim gabungan menemukan jenazah Bripda Nopandri Ramadhana di Sungai Katingan.

BACA JUGA..  Bupati Langkat Syah Afandin Tersangka Kasus Suap hingga Gratifikasi

Sehari kemudian, Aiptu Sumariyanto juga ditemukan sekitar delapan kilometer dari lokasi kejadian di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan.

Kepergian ketiga anggota tersebut memicu duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga institusi kepolisian dan masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus ini..

Tim gabungan terus mengumpulkan keterangan saksi, melakukan pendalaman terhadap jaringan narkoba yang menjadi target operasi, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap petugas.

BACA JUGA..  Tronton Tabrak 12 Kendaraan, 2 Orang Tewas dan 13 Luka

Sampai informasi resmi terakhir yang tersedia, aparat belum mengumumkan tersangka baru terkait kematian tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan tersebut.

Penyidik masih melakukan pendalaman guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain yang diduga memberikan perlawanan saat operasi berlangsung.

Tragedi di Katingan memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi aparat dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya di wilayah terpencil yang memiliki medan sulit dan tantangan operasional yang tinggi.(bbs)