POSMETRO MEDAN – Keresahan warga Jalan Nuri, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, kian memuncak setelah muncul dugaan adanya aktivitas peredaran narkotika jenis sabu yang disebut berlangsung terbuka di kawasan permukiman padat penduduk.
Warga menilai situasi tersebut semakin mengkhawatirkan karena lokasi dugaan transaksi berada di lingkungan yang setiap hari ramai oleh aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang bermain di sekitar area tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak sosial yang lebih luas, terutama ancaman rusaknya generasi muda serta potensi meningkatnya tindak kriminal lain yang kerap berkaitan dengan peredaran narkoba.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan keresahan mendalam atas kondisi tersebut. Ia menyebut aktivitas yang diduga jual beli sabu itu berlangsung cukup berani di tengah lingkungan permukiman, sehingga membuat warga merasa tidak lagi aman.
Dalam laporan warga, seorang pria yang dikenal dengan nama Fi’i diduga terlibat sebagai pihak yang menjalankan aktivitas tersebut. Namun demikian, dugaan tersebut masih menunggu proses penelusuran dan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai, AKP Ismail Pane, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia memastikan tim segera diturunkan untuk melakukan penyelidikan di lokasi yang dilaporkan warga.
“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam upaya pemberantasan narkoba di Kota Binjai. Kami akan segera menindaklanjuti dengan penyelidikan di lapangan,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Polres Binjai juga mengapresiasi keberanian warga yang melaporkan dugaan aktivitas ilegal tersebut. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi elemen penting dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkotika yang semakin meresahkan.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan setiap indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, demi menciptakan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan terbebas dari narkotika.
Reporter: Dyka.p
Editor: Oki Budiman












