Gerakan Pemuda Al-Washliyah Minta Walikota Tebingtinggi Copot Sekda Erwin Suheri

oleh
Unjuk rasa oleh masa GPA serta HIMMAH yang di hadang di depan kantor Walikota Tebingtinggi, Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kamis (21/05/2026).(Foto Dok : Martin Siagian)

POSMETRO MEDAN – Gerakan demonstrasi dipimpin Ketua Gerakan Pemuda Al-Washliyah (GPA) Wahyu didampingi Muhammad Prima, yang merupakan sekretaris Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) Kota Tebingtinggi.

Bersama puluhan massa menggelar aksi di depan kantor Walikota Tebingtinggi, Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kamis (21/05/2026).

Menurut pantauan jurnalis di lapangan, para demonstran di hadang di pintu masuk kantor Walikota Tebingtinggi yang di kawal ketat oleh beberapa pasukan dari Satpol PP dan di dampingi oleh aparat kepolisian.

GAP dalam tuntutannya meminta agar pemerintah kota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih untuk segera mencopot Erwin Suheri Damanik selaku sekda kota Tebingtinggi karena kinerja yang dinilai sangat buruk serta jauh dari semangat kepemimpinan walikota dalam mempercepat pembangunan kota Tebingtinggi ke arah yang lebih baik.

BACA JUGA..  Warga Geger, Lansia Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan

Wahyu selaku ketua GPA mengatakan kepada jurnalis beberapa penilaian dari mereka mengenai buruknya kinerja Erwin Suheri Damanik selaku sekda kota tebingtinggi sehingga meminta untuk segera di copot.

“Kami menilai sekda tidak mampu mengoprasikan pasar Gambir Blok A, B, dan C yang telah di revitalisasi namun tidak digunakan oleh pedagang, begitu juga dengan pasar kain, pasar impres, serta kolam renang. Buruknya pelayanan Rumah Sakit Kumpulan Pane (RSKP) dengan adanya penolakan pasien, serta buruknya pelayanan PDAM dengan banyaknya keluhan pelanggan yang tak kunjung terselesaikan, padahal erwin juga menduduki jabawan pengawas didalamnya,” ucapnya.

BACA JUGA..  KDKMP Pagar Merbau Diresmikan

Lanjut wahyu, indikasi skandal kecurangan penerimaan Beasiswa Utusan Daerah (BUD) yang melibatkan 3 anak pejabat yang diantaranya merupakan anak dari sekda itu sendiri.

“Kami juga menilai sekda kota Tebingtinggi tidak dapat menjaga stabilitas pemerintahan dengan DPRD Kota Tebingtinggi, hal itu tercermin dari sikap beliau dalam menyikapi rekomendasi DPRD Kota Tebingtinggi, diantaranya rekomendasi pencopotan Direktur RSKP serta rekomendasi pencopotan Kepala Dinas Perdagangan yang tidak dapat disikapi dengan bijak oleh sekda. Hal itu juga diperkuat dengan ketidakhadirannya 2 kali berturut-turut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh DPRD Kota Tebingtinggi”, tegasnya.

BACA JUGA..  Polrestabes Medan Ringkus 178 Pelaku Kejahatan

Atas aksi yang terdiri dari GPA serta HIMMAH Kota Tebingtinggi ini meminta Walikota dan Wakil dorong percepatan percepatan pembangunan dengan mencopot sekta yang tidak dapat kerja.

REPORTER : Martin Siagian

EDITOR : Putra