Mahasiswa Unika Medan Tenggelam di Air Terjun Situmurun

oleh
oleh

POSMETRO MEDAN – Seorang frater (calon imam Katolik) yang tengah menjalani masa pendidikan di Fakultas Filsafat Unika Santo Thomas Medan, tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Kabupaten Toba.

Plt. Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, mengutarakan bahwa korban bernama Cristoper Rustam Muda Dua (21) warga asal Batam.

Korban dilaporkan tenggelam pada Sabtu (11/4/4/2026) dan, hingga Minggu (12/4/2026) masih belum berhasil ditemukan.

Peristiwa bermula saat rombongan mahasiswa semester II Fakultas Filsafat Unika Santo Thomas sebanyak 60 orang, melakukan rekreasi bersama satu orang pendamping, RD Ngadiono.

BACA JUGA..  Wakil Rakyat Kok Antikritik, Farid Wajdi: Demokrasi Melemah Jika Kritik Dijawab dengan Laporan Polisi

Rombongan tersebut tiba di kawasan Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, dengan menggunakan kapal penumpang Silima Lombu sekitar pukul 12.00 WIB.

Setibanya di lokasi, para mahasiswa langsung berenang di seputaran air terjun, namun setelah 20 menit, korban terlihat tertinggal dari rekan-rekannya yang lain.

“Korban sempat mengatakan kakinya keram. Mendengar hal itu, tiga orang rekannya langsung mengambil pelampung dari kapal dan berenang menghampiri, namun korban sudah tidak terlihat lagi,” ujar Ipda Khairuddin, Minggu (12/4/2026).

BACA JUGA..  Warga Simalungun Hanyut di Sungai Bah Tongguran

Pihak Polsek Lumbanjulu bersama tim Basarnas Ajibata yang tiba di lokasi segera melakukan penyisiran di permukaan air danau guna mencari keberadaan korban.

Tim penyelamat juga telah melakukan penyelaman ke dasar danau, namun proses pencarian menghadapi kendala serius akibat kondisi air danau yang sangat keruh.

“Tim Basarnas menyampaikan bahwa kendala utama adalah jarak penglihatan yang sangat terbatas di dasar air akibat air yang keruh,” sambung Khairuddin.

BACA JUGA..  Tukang Pangkas Tewas Tabrak Truk Berhenti

Hingga Minggu siang, upaya penyelaman dan penyisiran masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan beserta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya.

Pihak keluarga dan kerabat korban kini masih menunggu hasil pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan oleh petugas di lapangan.(tbn)