Bantuan 1 Ton Bibit Jagung Untuk Warga Hutagugur I Diduga “Menguap”, RDP Bongkar Penyalurannya

oleh
RDP bersama DPRD dan Pemkab Toba.

POSMETRO MEDAN  – Polemik bantuan bibit jagung untuk masyarakat Desa Hutagugur I, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, mulai menjadi sorotan. Bantuan yang disebut berasal dari PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) dengan total mencapai 1 ton tersebut diduga tidak sepenuhnya sampai kepada masyarakat penerima.

Informasi ini mencuat setelah tim investigasi PosmetroMedan turun langsung ke lapangan dan melakukan konfirmasi kepada sejumlah warga desa.

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, warga menyebutkan bahwa bibit jagung yang dibagikan kepada masyarakat hanya sekitar 300 kilogram saja. Pembagian kepada warga pun disebut tidak merata, ada yang menerima 2 kilogram, dan ada pula yang menerima 3 kilogram.

Sementara itu, sejumlah warga lainnya mengaku tidak pernah mengetahui ataupun menerima bantuan bibit jagung tersebut, meskipun bantuan itu disebut berasal dari permohonan masyarakat melalui kelompok warga desa, bukan permohonan pribadi.

BACA JUGA..  Sribana Dikukuhkan Jadi Ketua MPI Langkat 2026-2031

Ketika tim media mencoba melakukan konfirmasi ke kantor Desa Hutagugur I, beberapa warga menyarankan agar pertanyaan tersebut langsung ditujukan kepada Kepala Desa. Namun hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Hutagugur I belum berhasil dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait bantuan tersebut.

“Kalau soal bibit jagung itu, tanya saja langsung ke kepala desa. Kami juga tidak tahu pasti bagaimana pembagiannya,” ujar salah seorang warga yang ditemui di sekitar kantor desa.

Lebih jauh, informasi lain yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa seorang anggota dewan bernama Janner Sitorus pernah menanyakan secara langsung mengenai keberadaan bantuan bibit jagung tersebut. Namun menurut cerita warga, pertanyaan tersebut justru memicu ketegangan.

BACA JUGA..  SiLPA Rp30 Miliar, DPRD Minta Kejaksaan Usut Anggaran Langganan 30 Koran dan 75 Majalah Rp 54 Juta di Dinas Perkimtan Deli Serdang

Disebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut sempat terjadi adu argumentasi, bahkan meja disebut sempat dipukul oleh kepala desa yang bernama Hengki Subangun Siagian, yang kemudian menyatakan bahwa persoalan tersebut bukan urusan pihak dewan.

Situasi ini semakin memicu tanda tanya publik mengenai kejelasan penyaluran bantuan bibit jagung yang awalnya diperuntukkan bagi masyarakat desa tersebut.

Masalah ini juga telah diketahui oleh penasehat LSM Sergap Toba, yakni Hobbin Gultom, SH, yang turut menaruh perhatian terhadap dugaan ketidakterbukaan dalam penyaluran bantuan tersebut.

Persoalan terbaru ini dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung hari ini 9 Maret 2026. Surat pemanggilan terkait agenda RDP tersebut disebut telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait.

BACA JUGA..  Ketua Deni Sah Terima Mandat DPD IPK Kota Binjai 2026-2031

RDP ini diharapkan dapat mengungkap secara terang ke mana sebenarnya penyaluran bibit jagung sebanyak 1 ton tersebut, sekaligus memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat Desa Hutagugur I.

Publik kini menunggu hasil dari rapat tersebut. Pasalnya, bantuan yang sejatinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat desa itu dinilai harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Turut juga dihadiri Infektur,camat silaen dan PMD toba,dan pimpinan sidang RDP diketuai, bapak Candro manurung dan didampingi para anggota dprd toba yang lain.

Selain bibit jagung ada juga bantuan berupa beras.Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah Desa Hutagugur I maupun pihak terkait lainnya masih diupayakan untuk memberikan klarifikasi resmi guna menjaga keberimbangan informasi,dm