POSMETRO MEDAN – Ratusan siswi SMPN dari sejumlah sekolah di Kabupaten Deli Serdang mengikuti kegiatan advokasi tentang bijak menggunakan Gadget ( Hand Phone) oleh Putri Remaja Indonesia Sumatera Utara ( Sumut) Sharon JZ Simbolon yang berlangsung di Sekolah SMPN 4 Tanjung Morawa di Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Selasa, 30/9/2025.
Adapun tema Advokasi adalah bagaimana memahami bahaya atau dampak negatif dari penggunaan gadget ( Handphone) yang berlebihan terutama pada para siswa sekolah saat ini. Pentingnya advokasi pemahaman tentang bahaya yang ditimbulkan akibat kecanduan gadget dan bagaimana trik untuk dapat mencegah dampak negatif yang ditimbulkan diantaranya seperti penurunan daya berfikir.
Menurut Sharon, Kecanduan akan penggunaan Gadget berlebihan dapat mengakibatkan penciutan pada otak atau (Brain Atrofi) yang berdampak pada resiko penurunan pada daya pikir meliputi juga daya tahan tubuh karena istrihat yang kurang, waktu tidur yang kurang, daya pikir lemah hingga mengakibatkan gangguan emosional, hilang konsentrasi berfikir, ngantuk dan cepat lelah.
” Advokasi dilakukan pada siswa tetang Brain Atrofi( Penciutan Otak) karena penggunaan gadget yang tidak tepat waktu dan penggunaan yang berlebihan. Sejumlah sekolah sudah saya kunjungi menyampaikan sosialisasi dan advokasi tentang cara tepat menggunakan gagget,” ujar Sharon.
Sharon menambahkan, adapun motivasi terhadap hal ini karena melihat anak anak muda sekarang sudah banyak yang secara berlebihan menggunakan gagget hingga dikhawatirkan akan terpapar gangguan Brain Atrofi atau penciutan otak yang beresiko pada hal hal yang negatif. Seperti daya pikir yang lemah, fisik rentan terkena penyakit, emosi yang tak stabil serta efek buruk lainnya.
Untuk menyampaikan advokasi ini, sebelumnya Sharon mengaku sudah melakukan Audensi pada Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan dengan menceritakan visi dan misi Sharon sebagai Putri Remaja Indonesia Sumut tahun 2025.
” Bapak Bupati Deli Serdang sangat senang hingga mendukung kegiatan Sharon memberikan edukasi pada anak anak muda di kabupaten Deli Serdang untuk bijak dalam menggunakan gadget ( Handpone) hingga terhindar dari penyakit Brain Atrofi atau penciutan otak,” ujar Sharon.
Harapannya dengan adanya advokasi tentang cara sehat menggunakan gagget ini anak anak muda, remaja, para pelajar dan mahasiswa dapat terhindar dari efek negatif penggunaan gagget berlebihan.
” Sharon sebagai Putri Remaja Indonesia Sumatera Utara Tahun 2025 nanti pada 27 Oktober 2025 akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kontestasi putri remaja Indonesia mewakili Sumatera Utara dari Kabupaten Deli Serdang,” sebutnya.
Gadis cantik berusia 17 Tahun siswa SMA Kelas 12 di SMA Methodis 2 Medan warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ini juga berharap dukungan dan doa penuh masyarakat Sumatera Utara khususnya Kabupaten Deli Serdang agar bisa menang pada kontestasi pemilihan Putri Remaja Indonesia mewakili Sumut di Jakarta bulan depan.
Dalam interaksinya, Sharon menjelaskan pada ratusan siswa dan siswi SMP yang mengikuti kegiatan Advokasi. Bahwa sejak dini kita harus bijak menggunakan gagget, karena kalau tak bisa dikontrol secara benar akan menimbulkan efek negatif yang buruk. Bahayanya membuat otak menciut
Pentingnya membatasi Penggunaan Hand Phone untuk mencegah gangguan pada otak agar terhindar dari berbagai hal yang berbahaya bagi tubuh. Dianjurkan istirahat tidur itu 6-8 jam sehari dengan waktu tertentu untuk menjaga kebugaran tubuh dan pikiran.
Adapun tanya jawab dilakukan dengan penuh antusias oleh para siswa yang tampak sangat fokus mengikuti advokasi tentang bahaya penggunaan gadget berdampak pada penyakit penciutan otak. Diantaranya oleh Salsabila Siswa SMPN 4 Tanjung Morawa, yang menanyakan pada Sharon, apabila otak kita sudah terpapar brain Atrofi ( penciutan otak) apa bisa disembuhkan. Sharon mengatakan terapinya kurangi penggunaan gagget. Mulai bangun intraksi dengan teman teman secara nyata seperti olahraga, atau kegiatan positif lainnya.
Pertanyaan juga disampaikan oleh Citra kirana siswa SMPN 1 Batang Kuis tentang bagaimana menyeimbangkan interaksi sosial secara langsung. Dikatakan Sharon untuk kurangi streaming time, lebih baik bersosialisasi langsung karena interaksi langsung memunculkan efek yang lebih positif bagi tubuh dan otak untuk menggali dan mengembangkan potensi diri.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 4 Tanjung Morawa, Mara Jaman Hasibuan mengatakan bahwa kegiatan literasi advokasi tentang tema batasan penggunaan gagget menghindari dampak negatif bagi anak sangatlah baik.
Lagi pula Dinas Pendidikan Deli Serdang sudah mempercayakan pada Remaja Putri Indonesia Sumatera Utara Tahun 2025 Sharon JZ Simbolon untuk menyampaikan kegiatan advokasi pada siswa SMPN untuk wilayah Batang Kuis, Tanjung Morawa dan Galang dan SMPN 3 Galang melakukan kegiatan di SMPN 4 Tanjung Morawa.
Ini baik sebagai penambah wawasan pada anak anak kita ini tau apa dampak negatifnya terlalu banyak menggunakan gagget ( Handpone) seperti main game, medsos, streeming, hingga segala macam yang ternyata bisa merusak syaraf otak. Advokasi yang disampaikan oleh Sharon tadi memang sangat bagus. Hari ini ada sekitar 125 orang siswa dari sembilan sekolah yang mengikuti kegiatan Advokasi oleh Putri Remaja Indonesia Sumut Tahun 2025 hari ini,” terang Mara Jaman Hasibuan.
Kegiatan berlangsung meriah, para siswa hingga guru yang mengikuti advokasi tampak antusias hingga sesi tanya jawab oleh para siswa sampai begitu banyak hingga terpaksa dibatasi. Para siswa begitu tertarik dengan tema yang bahas dan disampaikan oleh Sharon. Karena merupakan hal hal yang dirasakan oleh anak anak seusia mereka saat ini. ( Wan)
EDITOR : Rahmad












