POSMETRO MEDAN – Operasi Saber Bersinar 2026 yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asahan menyasar sejumlah tempat hiburan malam (THM) dan hotel. Hasilnya, delapan orang dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine hingga Kamis (27/8/2026) dini hari.
Operasi gabungan tersebut melibatkan personel BNNK Asahan, Subdenpom TNI, Polres Asahan, dan Satpol PP. Petugas menyisir tiga lokasi yang menjadi sasaran operasi dan melakukan pemeriksaan terhadap para pengunjung.
Kepala BNNK Asahan, Adrea Retha Zulhelfi, mengatakan delapan orang yang diamankan seluruhnya menunjukkan hasil positif berdasarkan tes urine.
“Hasil operasi ini sebanyak delapan orang kami amankan,” kata Adrea kepada wartawan.
Delapan orang tersebut kemudian dibawa ke Kantor BNNK Asahan untuk menjalani asesmen dan konseling guna menentukan langkah penanganan.
Hasilnya, lima orang direkomendasikan menjalani rehabilitasi, baik rawat jalan maupun rawat inap. Sementara tiga lainnya justru harus berhadapan dengan proses hukum karena petugas menemukan Barang Bukti (BB) narkoba saat operasi.
“Dari hasil konseling, lima orang dengan rekomendasi rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap dan tiga orang diserahkan ke Polres Asahan untuk proses lanjutan, karena terdapat barang bukti saat terjaring dalam operasi,” ungkapnya.
Temuan ini menjadi sinyal keras bahwa penyalahgunaan narkoba masih menyusup ke lingkungan tempat hiburan dan penginapan. Operasi tidak hanya menyasar pengguna, tetapi juga menjadi upaya memutus ruang peredaran narkotika di lokasi-lokasi yang dinilai rawan.
BNNK Asahan pun tak hanya mengandalkan razia. Upaya pencegahan turut diperkuat melalui program Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR) di lingkungan pendidikan.
Adrea menyebut sejak awal 2026 pihaknya telah membangun kerja sama dengan sejumlah instansi, termasuk Kementerian Agama Kabupaten Asahan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan.
Kerja sama itu dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mendukung program pencegahan narkoba, termasuk penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di sekolah.
Menurut Adrea, langkah tersebut penting untuk mempersempit ruang penyalahgunaan narkoba sejak dini, terutama di kalangan pelajar.
“Kerja sama tersebut dilakukan untuk memperluas edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan pelajar,” katanya.
Operasi Saber Bersinar 2026 sekaligus menunjukkan bahwa perang terhadap narkoba di Asahan tak berhenti pada penindakan. Razia di tempat hiburan berjalan beriringan dengan pencegahan di sekolah, dengan harapan mata rantai penyalahgunaan narkoba dapat diputus dari hulu hingga hilir.
Editor: Oki Budiman












