POSMETRO MEDAN – Asta Cita presiden Prabowo yang berbunyi “Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi serta Pemberantasan Korupsi dan Narkoba, pemerintah berkomitmen melakukan reformasi di bidang politik, hukum, dan birokrasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, upaya pemberantasan korupsi dan narkoba akan diperkuat melalui penegakan hukum yang tegas dan kolaboratif,” seakan dikangkangi oleh Golden Hole Bar & KTV.
Pelanggaran yang dilakukan management Golden Hole yakni memperjual bebaskan narkotika jenis Pil Ekstasi atau Inex.
Tak hanya menjual ekstasi, tempat hiburan malam (THM) yang berlokasi di komplek CBD Polonia, No 49-53, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia itu juga memperbolehkan pengunjung remaja pria atau wanita yang belum memiliki indentitas/Kartu Tanda Penduduk (KTP) masuk ke tempat hiburan malam berbentuk ruko diduga milik seorang wanita inisial Y.
Terpisah, Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Tommy Aruan yang dimintai keterangan nya terkait dugaan kuat maraknya narkoba di THM tersebut, seakan menganggap entang dengan tidak memberikan statement/keterangan nya.
Diberitakan sebelumnya, saat dilakukan investigasi, kru koran ini mendapati para muda mudi yang sedang teler seakan tidak sadarkan diri di eks KTV Zoom tersebut pada Minggu (13/4) dini hari.
Wartawan Posmetro sempat masuk ke dalam KTV Gooden Hole yang berada di lantai II. Terlihat ruangan-ruangan dengan ukuran bervariasi yang sering dikenal room KTV.
Didalam room tersebut, para waiters tampak sibuk menyedikan berbagai pesanan pengunjung penikmat musik Disc Jockey (DJ).
Mirisnya, para waiters bukan hanya meng-order aneka snack dan minuman. Tetapi juga menawarkan narkotika jenis pil ekstasi atau inex kepada para pengunjung Golden Hole.
“Gak beli obat bang,” tanya waiters pria kepada kru koran ini yang berpura-pura sebagai pengunjung.
“Harganya 1 butir 350 ribu, dijamin gak opal,” lanjut waiters tersebut.
Kru koran ini menjawab, bila saya hanya menemani teman untuk berkaraoke. Dan menegaskan tidak mengerti apa yang dipertanyakan oleh waiters tersebut.
Tidak sampai sejam berada di dalam room KTV, kru koran ini juga masih di tawari oleh waiters kali ini wanita untuk membeli pil ekstasi di Golden Hole.
“Beli obat bang, mana paten gak tinggi,” ucap waiters wanita itu dengan senyum sembari tertawa.
Mengetahui jika di dalam room KTV ada yang tidak beres. Kru wartawan langsung keluar dari Golden Hole.
Sebelum sampai di pintu keluar, kru koran ini masih melihat banyak muda-mudi yang seakan tidak sadarkan diri dengan wajah aneh hilir mudik keluar masuk pintu keluar room maupun Golden Hole.
Kru koran ini juga melihat bar/Hall yang berada di lantai I. Diduga pula Golden Hole belum memiliki izin minuman alkohol. (bersambung)
Editor : Oki Budiman











