POSMETRO MEDAN – Terkait tidak beroperasinya Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang sejak beberapa bulan lalu ditanggapi pihak Koperasi Petani Pujakesuma ( Kopuja) melalui Humas dan PH Koperasi Pujakesuma Roni Lesmana. Senin 16/12/2024
Roni menyebutkan, kalau pabrik memang saat ini berhenti beroperasi tapi tidak tutup. Hal itu disebabkan ada perbaikan dan penyesuaian untuk meningkatkan kapasitas produksi sebelumnya dari 10 ton per hari menjadi 20 ton per hari sehingga dapat menekan Harga Pokok Produksi ( HPP).
” Bukan tidak produksi. Tapi ada perbaikan dan penyesuaian untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 10 ton per hari menjadi 20 ton per hari sehingga dapat menekan harga pokok produksi ( HPP) di awal Januari 2025 akan kita coba commisioning lagi dengan perlengkapan dan instalasi pabrik yang telah disesuaikan,” ujar Roni
Roni Lesmana menambahkan untuk karyawan saat ini masih dirumahkan sementara karena pabrik juga belum beroperasi.
” Untuk saat ini karyawan juga masih dirumahkan karena pabrik juga belum beroperasi. Pabrik minyak makan merah ini permintaannya cukup banyak hingga diperlukan peningkatan produksi dari sebelumnya,” tegas Roni.
Dari amatan, pabrik Minyak Makan Merah di Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang itu sangat sepi tidak tampak ada penjaga pabrik ( Satpam). Menurut warga sekitar, pabrik tidak pernah lagi berproduksi atau beraktivitas usai diresmikan oleh presiden Jokowi sebulan kemudian. Padahal sempat juga sudah ada rekrutmen karyawan tapi belakangan sudah berbulan bulan dirumahkan.
” Dah lama tak ada aktivitas di pabrik minyak makan merah itu, sejak sudah diresmikan presiden Joko Widodo. Ada rekrutmen karyawan sempat tapi sudah berbulan bulan dirumahkan karena tidak ada kegiatan. Kita masyarakat sini juga tidak tau seperti apa kegiatan di dalam pabrik itu karena yang kerja juga banyak orang luar daerah sini,” ungkap Madi warga setempat.
Pabrik minyak makan merah di Pagar Merbau, Deliserdang mulai dibangun pada 2/12/2022 lalu yang dilakukan peletakan batu pertama oleh Menkop UKM Teten Masduki bersama Koprasi Kopuja yang mengelola pabrik. Adapun modal pembangunan pabrik ini dikabarkan bernilai investasi 23 milyar rupiah.
Dan untuk pemasaran direncanakan bekerjasama dengan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia ( HIPPINDO) dan rencana awal akan beredar pada tahun 2023. Namun berjalan kegiatan diundur hingga baru dapat diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada 14 Maret 2024 lalu.
Pabrik Minyak Makan Merah dibangun di Sumatera Utara sebanyak 5 pabrik yang difasilitasi oleh Kemenkop UKM dan untuk di Deli Serdang adalah yang pertama kali diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Ini merupakan pabrik minyak makan merah pertama di Indonesia dengan kapasitas 10 ton perhari CPO dengan hasil minyak makan merah sebanyak 7,5 ton perhari dan dapat menyerap jumlah tenaga kerja sebanyak 36 orang.
Pabrik dikelola Koprasi Pujakesuma ( Kopuja) bekerja sama dengan PTPN group dan di Sumatera utara ada tiga pabrik minyak makan merah dengan kapasitas produksi 10 ton CPO dan hasil 7,5 ton perhari diantaranya, Pagar Merbau Deliserdang, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Asahan.
Tiga koperasi dipercaya menkop mengelola pabrik minyak makan merah yaitu Koperasi Sawit Unggul Sejahtera di Langkat, Koperasi Petani Pujakesuma di Deli Serdang dan Koperasi Produsen Petani Bukit Kijang Asahan.( Wan)
EDITOR : Rahmad












