POSMETROMEDAN.com – Curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan ini, berakibat buruk bagi masyarakat beberapa desa di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.
Puluhan rumah penduduk terendam air luapan sungai di sekitar rumah tempat tinggal mereka. Seperti di Desa Punden Rejo dan Desa Simpang Penara. Warga yang terdampak pun harus mengungsi.
Pantauan di lapangan, terdapat beberapa titik rawan banjir di dua desa tersebut. Puluhan rumah warga di Dusun I Kampung Kristen Desa Perdamean, dan di Desa Punden Rejo, sudah tergenang air luapan sungai. Rata-rata rumah yang terendam air adalah yang dekat dengan aliran anak sungai di sana.
Salah satu warga Dusun I Kampung Kristen, Desa Perdamean, Ibu Boru Sinaga (45) mengatakan ke pihak perangkat desa bahwa mereka harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
“Kami harus mengungsi malam ini karena luapan air sungainya sudah hampir setengah meter, ada 40 rumah yang terendam banjir di dusun satu ini bang,” tutur Boru Sinaga.

“Kami warga di dua desa ini sangat berharap bantuan dari pihak Pemerintah baik dari tingkat Muspika dan Muspida, serta diharapkan segera melakukan normalisasi aliran anak – anak sungai yang terdapat di kedua Desa ini,” ujar masyarakat lainnya.
Sementara di tempat terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Deliserdang, Drs.Amos Karo Karo M.AP, mengakui bahwa beberapa desa yang tersebar di Kecamatan Tanjung Morawa terancam banjir.
“Penyebab banjir dibeberapa titik desa di Kecamatan Tanjung Morawa, diakibatkan tingginya intensitas curah hujan sehingga mengakibatkan meluapnya anak – anak sungai yang terdapat di Tanjung Morawa. Seperti diantaranya luapan sungai yang terdapat di Desa Punden Rejo, dan sungai yang ada di Desa simpang Penara, karena debit air yang terlalu tinggi sedangkan aliran sungai yang mulai menyempit. Serta yang paling utama yaitu kondisi curah hujan yang tak henti,” jelas Kepala BNPB Deliserdang. (*)
Reporter: Demson Tambunan/Erwin
Editor: Maranatha Tobing











