POSMETROMEDAN.com – Aksi brutal geng remaja putri di Medan kembali terjadi. Kali ini penganiayaan di kawasan Delitua. Berdasarkan visual video, diduga tindakan barbar tersebut berlangsung Pekuburan Cina.
Beberapa remaja putri dengan garangnya mengeroyok seorang remaja berhijab. Korban berulang kali dipukuli dan ditendang tanpa ampun meski sudah dalam posisi jatuh.
Geng putri tersebut sama sekali tidak menggubris permintaan korban, walau berulang kali memohon ampun. “Enggak usah divideo-videokan lah kak,” kata korban. “Enggak apa-apa, orang enggak diviralin kok. Nih lihat muka aku paling cantik ini,” ucap si perekam video.
Seorang pelaku bahkan sempat menarik korban. Seolah akan menghentikan pengeroyokan itu. Namun perempuan berbadan gempal itu justru menendang korban hingga jatuh tersungkur. “Iyah, enggak pande berantemnya dia rupanya,” ucapnya.
Korban yang mengenakan kaos hitam tampak tak berdaya, saat kepala dan badannya berulang kali ditendang oleh pelaku. Bahkan pelaku sempat menampar wajah korban dengan keras. “Kak sudah kak, ampun kak,” ucap korban.
Tapi mendengar kalimat korban yang meminta ampun, membuat korban semakin beringas. “Mau kau apa,” ucapnya sok jago di hadapan teman-temannya. Korban pun tampak menangis kesakitan akibat pukulan bertubi-tubi yang dilayangkan ke tubuh mungilnya. “Ampun kak,” ucap korban.
Rekan pelaku yang merekam video pun, sempat meminta pelaku untuk menyudahi aksi sok jagonya. “Ini pelajaran buat kau,” kata pelaku lain.
Kepolisian Daerah (Polda) Sumut dan Polsek Delitua tengah menyelidiki kasus penganiayaan yang telah terlanjur vital itu. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/12/2021) membenarkan hal tersebut.
“Video penganiayaan itu sudah kita simpan. Kita belum tahu identitas para pelaku maupun korban. Tapi saat ini kasusnya sedang diselidiki,” ucapnya. (*)
Editor: Hiras Situmeang
Sumber: https://www.inews.id












