Cinta Diputus, Nyawa Melayang

oleh
HEBOH: Warga Dusun I, Desa Perkebunan Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning, Asahan heboh melihat jasad Edi Susanto tergantung di pohon mangga.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Putus cinta membawa Edi Susanto (30) tidak bisa berpikir jernih. Pemuda ini lebih memilih mengakhiri hidup daripada hidup tanpa sang pujaan hati.

Ketika kedua orangtuanya masih tidur lelap, Edi keluar rumah sambil membawa tali nilon. Sesaat kemudian dia memanjat pohon rambutan di samping rumahnya.

Olehnya, tali nilon diikat ke salah satu dahan. Berikutnya, tali dililitkan ke lehernya. Selanjutnya Edi nekat menjatuhkan diri hingga tergantung meregang nyawa.

Aksi korban pun menghebohkan warga seputaran Dusun I, Desa Perkebunan Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning, Asahan. Kehebohan muncul setelah warga mendengar teriakan histeris kedua orangtuanya, Tukiran (55) dan Ijah (50).

BACA JUGA..  Ugal Ugalan Berkendara, Polisi Tangkap 49 Pelajar

Minggu (22/11/2020) pagi itu, Tukiran dan istrinya berniat mengeluarkan ternak lembu mereka dari kandang. Lantas keduanya melihat sesosok pria tergantung. Saat didekati dan diamati, keduanya terkejut, sebab jasad tersebut anak mereka sendiri.

“Iya benar, kita dapat laporan dari kepala desa, kira-kira satu jam setelah kejadian. Yang menemukan pertama orangtua korban. Langsung kita koordinasi dengan pihak Puskesmas, dan menurunkan jasad korban,” terang Kapolsek Bandar Pulo, Iptu AY Siregar ketika dikonfirmasi wartawan.

Dari hasil pemeriksaan pihak Puskesmas Rahuning Ali Yunus, dipastikan korban meninggal dunia karena gantung diri.

BACA JUGA..  Kasus Korupsi Dana BOS, Mantan Kepala SMAN 16 Medan Ajukan Banding

“Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pengakuan orangtua korban, kuat dugaan karena masalah percintaan. Korban baru diputuskan pacar. Orangtua korban juga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,” sebut AY Siregar.

Korban gantung diri menggunakan tali nilon di pohon rambutan di samping rumah orangtuanya. Aksi nekad ini diduga akibat putus cinta dari seorang wanita warga Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Dari hasil pemeriksaan Visum et Repertum luar pihak Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau mencurigakan.

Menurut pihak Puskesmas Rahuning, diduga kuat korban memanjat pohon rambutan dan mengikat lehernya. Lalu melompat sehingga korban tergantung.

BACA JUGA..  Parmitu Tewas Digorok

Menurut orangtua korban, Tukiran dan Ijah, Minggu (22/11) pukul 06.00 WIB, kedua orang tua korban hendak mengeluarkan ternak lembu dari kandang.

Tiba-tiba kedua orangtuanya melihat korban tergantung di pohon rambutan dan kondisinya sudah meninggal dunia. Atas kesepakatan orangtua korban dengan keluarga, jenazah tidak diotopsi.

Hari itu juga sekira pukul 15.00 WIB, jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum Desa Perkebunan Gunung Malayu. Penurunan jenazah korban dari pohon rambutan disaksikan Babinsa, Camat Rahuning Syah Putra, dan personel Polsek Bandar Pulau. (bbs/ras)