JAKARTA-Letnan II (Letda) Penerbang Ajeng Tresna Dwi Wijayanti adalah pilot pesawat tempur pertama perempuan di tanah air. Dara kelahiran Jakarta 24 tahun lalu itu menorehkan sejarah dan akan memulai pengabdiannya di Skadron Udara 15 Wing Udara III, Lanud Iswahyudi di Magetan, Jawa Timur.
Letda Ajeng diproyeksikan menerbangkan pesawat tempur taktis jenis Golden Eagle T50I.
Bersama 42 siswa sekolah penerbang angkatan ke-97 lainnya, Letda Ajeng dilantik oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Yuyu Sutisna.
Pelantikan atau wisuda siswa sekolah penerbang yang dikenal dengan istilah Wingday tahun ini digelar sesuai protokol kesehatan pandemi corona.
Wisuda dilakukan di dua lokasi yang terhubung melalui jaringan video jarak jauh. Pertama di Markas Besar Angkatan Udara Cilangkap Jakarta dan kedua di Wisma Adisucipto di Yogyakarta.
Para wisudawan dan wisudawati yang dilantik akan bergabung dengan skadron yang terdiri dari 34 pilot pesawa tempur dan pesawat angkut militer dan 10 pilot helikopter.
Letda Penerbang Ajeng dan perwira yang terpilih menjadi pilot pesawat tempur akan menjalani kursus pengenalan terbang pesawat tempur terlebih dulu di Skadron Udara 15 sebelum menjalani masa transisi di skadronnya masing-masing.
Dalam wawancara jarak jauh yang dilakukan Kasubdispenum Dispenau Kolonel Sus M Yuris dengan Letda Pnb Ajeng pada Minggu sore, terungkap bahwa putri pasangan Kolonel Sus Prayitno dan Wiwi Sundari ini memang memiliki tekad yang bulat untuk menjadi fighter.
Sebab, para instrukturnya memberikan motivasi yang besar setelah melihat kemampuan fisik, psikis, dan bakat terbangnya yang mumpuni.
“Saya hanya menjalani dengan serius dan menikmati semua tahapan latihan terbang hingga akhir. Para instruktur menyemangati saya, agar bisa menjadi fighter dan sekarang hal tersebut terwujud,” kata Ajeng.
Ketika ditanya apakah pernah menonton film seorang pilot tempur perempuan angkatan udara yang menjelma menjadi superhero, perempuan berdarah Jawa ini mengaku belum pernah menontonnya.
Namun, kini Ajeng akan menjadi pionir bagi juniornya. Ia membuktikan bahwa kaum perempuan juga mampu menjadi penerbang tempur TNI AU yang sama baiknya dengan penerbang tempur laki-laki.
Seluruh wisudawan yang dilantik KASAU akan segera bergabung dengan skuadronnya masing-masing yang terdiri dari 34 penerbang pesawat fixed wing dan 10 penerbang rotary wing (helikopter).
Khusus untuk penerbang tempur, akan menjalani Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Tempur (KPTPT) di Skuadron Udara 15 sebelum menjalani masa transisi di skuadronnya masing-masing.
Peraih trofi siswa terbaik kategori fixed wing diraih oleh Letda Pnb Ravi dari Payakumbuh dan kategori rotary wing Letda Pnb Sandro dari Pekanbaru.(bbs)












