POSMETRO MEDAN-Kericuhan yang berawal dari tawuran antar kelompok di kawasan Titi Satu, Medan Belawan, berubah menjadi mimpi buruk bagi warga. Rumah milik eks anggota Polisi, Horas Hutauruk, ikut menjadi sasaran amuk massa pada Sabtu (4/4/2026) dini hari.
Tak sekadar dirusak, rumah tersebut dijarah. Lebih parah lagi, istri dan anak Horas turut menjadi korban kekerasan dalam insiden yang berlangsung tanpa kehadiran aparat selama berjam-jam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 23.30 WIB ketika dua kelompok terlibat tawuran. Situasi kemudian meluas hingga permukiman warga di Kelurahan Sicanang sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam kondisi chaos, massa menyasar rumah-rumah warga, termasuk milik Horas.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Horas tampil dengan emosi yang tak terbendung. Ia secara terbuka menantang Kapolres Pelabuhan Belawan, Rosef Efendi, untuk datang menemuinya.
“Saya pernah menjadi anggota Polri, sekarang masyarakat sipil. Tapi saya tidak takut. Kalau ada yang keberatan dengan video ini, temui saya. Polri hanya mencari pencitraan. Di mana hati nurani seorang Kapolres melihat kejadian ini?” ujarnya tegas.
Kekecewaan Horas bukan tanpa alasan. Ia mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut, namun hingga tiga jam setelah penjarahan terjadi, polisi belum juga datang ke lokasi.
Tak hanya rumahnya, kerugian juga dialami warga sekitar. Dua unit sepeda motor milik tetangga dilaporkan hilang dibawa kabur massa. Kaca-kaca rumah pecah, warung dirusak, dan suasana mencekam menyelimuti kawasan tersebut.
Horas sempat berusaha melawan, namun jumlah massa yang jauh lebih banyak membuatnya tak berdaya. Istrinya, Klara Rosmawati (44), dan anak mereka mengalami kekerasan serta ancaman menggunakan senjata tajam.
“Ini bukan sekadar penjarahan. Ini pembiaran,” kata Horas dalam video tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak Polres Pelabuhan Belawan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut maupun tudingan lambannya respons aparat.(*)
REPORTER: Oki
EDITOR: Hiras












