Empat Remaja Diduga Bawa Senpi Teror Warga di Medan Denai

oleh
Empat remaja yang sedang menahan malu ketika diamankan. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Kepanikan pecah di Jalan Raya Menteng, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, jelang dini hari Rabu (1/4/2026). Empat remaja yang diduga membawa benda menyerupai senjata api (senpi) membuat resah warga setelah mengancam dua pria yang melintas di kawasan tersebut.

Insiden mencekam itu terjadi saat salah satu korban, Bambang, baru keluar dari sebuah warung. Tanpa diduga, ia dihentikan oleh sekelompok remaja yang bersikap agresif.

“Tiba-tiba mereka nyuruh berhenti sambil maki-maki. Saya nggak kenal siapa mereka. Mereka pakai tangan nyuruh berhenti, tapi saya lihat ada benda seperti senjata. Saya nggak tahu asli atau tidak,” ungkap Bambang, masih terlihat syok.

Merasa terancam, Bambang berusaha melindungi diri dengan mengambil batu di sekitar lokasi. Aksinya mendapat dukungan dari seorang penjual bandrek yang berada tak jauh dari tempat kejadian. Keduanya kemudian mencoba menghadang para pelaku.

BACA JUGA..  Balap Liar Digerebek, 12 Motor Diamankan

Teriakan dan kegaduhan sontak memancing perhatian warga sekitar. Tanpa menunggu lama, warga bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap keempat remaja tersebut. Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya para pelaku berhasil diamankan di depan salah satu minimarket.

Beruntung, tidak ada korban luka maupun kerugian materi dalam peristiwa ini. Namun, ketegangan yang terjadi meninggalkan trauma bagi korban dan warga sekitar.

“Kami syok, tapi bersyukur warga cepat bertindak,” tambah Bambang.

Keempat remaja tersebut kini telah diamankan di Polsek Medan Area untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga turut meminta keterangan dari kedua korban guna mengungkap motif di balik aksi pengancaman tersebut.

BACA JUGA..  Polda Sumut Kirim Foto Keponakan Wali Kota Tebingtinggi Masih Ditahan

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mendalami apakah benda yang dibawa pelaku merupakan senjata api asli atau hanya replika. Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan dengan aksi kriminal lain yang meresahkan masyarakat.(*)

REPORTER: Oki Budiman

EDITOR: Oki Budiman