POSMETRO MEDAN – Pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi Siklon Senyar yang melanda Kabupaten Langkat. Sebanyak 1.235 rumah warga terdampak banjir kini mulai mendapatkan bantuan stimulan perbaikan rumah dari pemerintah.
Penyerahan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Rusak Ringan dan Sedang Tahap II Tahun 2026 dilakukan oleh Syah Afandin di Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat, Selasa (3/3/2026).
Program ini merupakan bagian dari langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilaksanakan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Penyaluran Bantuan Terpusat dari Aceh
Kegiatan penyaluran bantuan dipimpin secara terpusat oleh Pratikno dari Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, dan diikuti secara daring oleh 16 kabupaten/kota di wilayah Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Bupati Langkat menegaskan bantuan yang diterima masyarakat merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap warga yang terdampak bencana.
“Atas nama pribadi, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Kabupaten Langkat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan komitmennya dalam memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan perlindungan dan dukungan dari negara,” ujar Syah Afandin.
1.235 Rumah Terdampak Banjir
Berdasarkan hasil verifikasi pemerintah daerah, total rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Langkat mencapai 1.235 unit.
Rinciannya terdiri dari:
299 unit rumah rusak berat
397 unit rumah rusak sedang
539 unit rumah rusak ringan
Data tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan stimulan bagi warga untuk memperbaiki rumah mereka agar kembali layak huni.
Bantuan Hingga Rp30 Juta
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jarwansyah, menjelaskan bahwa bantuan diberikan dalam bentuk stimulan.
Besaran bantuan yang disalurkan yakni:
Rp15 juta untuk rumah rusak ringan
Rp30 juta untuk rumah rusak sedang
Dana tersebut disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memastikan proses distribusi berjalan cepat, tepat sasaran, dan transparan.
Selain bantuan perbaikan rumah, BNPB juga menyalurkan paket sembako kepada keluarga terdampak, yang berisi:
Beras 5 kilogram
Minyak goreng
Gula pasir
Mie instan
Roti
Sarden
Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama proses pemulihan.
Bantuan Bersifat Stimulan
Jarwansyah menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bersifat stimulan, yakni mendorong percepatan perbaikan rumah warga, bukan untuk membangun ulang secara penuh.
Ia memastikan seluruh proses penyaluran dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi dan ditetapkan melalui keputusan kepala daerah secara akuntabel dan transparan.
Sebelumnya, pada Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Langkat telah lebih dulu menyalurkan Bantuan Tahap I serta Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai bagian dari rangkaian percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana.
Melalui bantuan lanjutan ini, pemerintah berharap ribuan warga Langkat yang rumahnya terdampak bencana dapat segera kembali tinggal di hunian yang aman dan layak.
Reporter: M Alzi
Editor: Sahala












