POSMETRO MEDAN – Seorang pelaku hipnotis diciduk di Jalan Denai dekat RS Muhammadiyah, oleh korban didampingi personel Polsek Medan Baru.
Pelaku diketahui bernama Yunus, warga Jalan Pancasila, Tembung, Percut Sei Tuan.
Penangkapan Yunus bermula dari informasi yang diterima korban, UP. Menurut korban, info keberadaan pelaku diketahui dari korban lainnya.
“Dari situ saya lapor ke Polsek Medan Baru. Terus saya ditemani Polsek Medan Baru mencari keberadaan dia. Lalu dia ditangkap di daerah Simpang Mandala, dekat rumah sakit Muhammadiyah,” ucapnya, Minggu (1/3/2026).
Dari penangkapan itu, sambung UP, pria berusia 24 tahun itu mengakui perbuatannya. Bahkan handphone milik UP dikatakan telah dijual seharga Rp700.000.
“Handphone saya dijualnya Rp700 ribu. Terus korbannya ternyata bukan cuma saya. Setahu saya ada satu lagi yang buat laporan di Polsek Medan Area,” ujarnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Fandi Setiawan, membenarkan penangkapan terduga pelaku.
Diketahui, awalnya cewek berusia 24 tahun ini (UP) dibawa pria tak dikenal ke sebuah hotel kawasan Medan Petisah pada Senin (23/2/2026) lalu.
Dalam peristiwa tersebut, tas beserta sejumlah barang berharga miliknya dilaporkan hilang.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban Yunus ternyata tidak hanya satu dan umumnya perempuan.
Selain UP, sebelumnya Yunus juga sukses menggasak iPhone seorang Bu guru berinisial NA (25).
NA mengaku kehilangan iphone 11 setelah bertemu dan berinteraksi dengan Yunus. Menurut warga Percut Sei Tuan itu, dirinya dihipnotis pada Senin (16/2/2026) di Jalan Cemara, Kota Matsum II, Medan Area, tak jauh dari Simpang Aksara.
Saat itu, NA sedang menunggu ojek online. Tiba-tiba, terduga pelaku Yunus datang menghampiri dan menepuk pundaknya.
“Dia manggil dan mendekat. Lalu menepuk pundak dan saya sudah nurut aja disitu,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Sejurus kemudian, ibu guru itu diajak naik sepeda motor dan dibawa ke salah satu warkop di Jalan Amaliun Medan. Di sana, Yunus kembali melancarkan aksinya dan membawa iphone 11 milik NA.
“Disitu saya nurut saja. Dia nyuruh saya ke kamar mandi. Terus jangan bawa tas. Ya sudah saya ke kamar mandi. Saat saya di kamar mandi, dia bongkar tas saya dan ambil iphone. Disitu salah satu tamu melihat dia bongkar tas saya,” tuturnya.
Keluar dari kamar mandi, NA terdiam dan melamun di meja kafe. Sementara Yunus telah kabur. Salah seorang tamu yang sedari awal curiga dengan teman duduk NA, menyadarkannya.
“Ada satu tamu yang menegur saya. Digoncangnya badan saya, disitu saya sadar. Tamu itu bilang tas kamu tadi diperiksa sama temanmu dan temanmu sudah pergi,” katanya.
Mendengar ucapan itu, sontak NA menangis sejadi-jadinya di lokasi hingga mengundang perhatian warga. Beruntung, ia diantar pulang tamu lainnya hingga ke rumah.
“Saya cari CCTV di daerah situ tapi nggak ada. Tamu itu bilang dari awal sudah curiga. Cuma karena saya masuk sama si pelaku, mereka pikir dia pasangan saya. Padahal saya nggak kenal sama sekali,” tuturnya.
NA pun melaporkan kejadian itu ke polsek Medan Area dengan nomor LP/B/97/II/2026/Spkt/Polsek Medan Area.
Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Khairul Fajri Lubis ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan NA.
“Benar, laporannya ada sama kita. Kita masih berkoordinasi dengan Polsek Medan Baru,” ucapnya.(mis)











