Pamit Kerja ke Malaysia, Boru Sinaga Malah Terbaring Sakit di Kamboja

oleh
oleh
Ilustrasi TKW sakit.(POSMETRO MEDAN)
POSMETRO MEDAN – Harapan untuk mengubah nasib justru membawa petaka bagi Susi Yanti br Sinaga (23). Niat awal bekerja di Malaysia kini berubah menjadi kisah pilu setelah keluarga menerima kabar bahwa ia terbaring sakit di Kamboja—tanpa kejelasan bagaimana ia bisa sampai ke sana.

Susi, warga Lubuk Dalam, Siak, diketahui berangkat merantau pada Desember 2025. Kepada keluarga, ia pamit bekerja di Malaysia bersama seorang pria bernama Bram Silitonga yang disebut tinggal di Pekanbaru.

Ayahnya, J Sinaga, mengaku sempat memberikan pesan khusus sebelum keberangkatan. Ia meminta sang anak segera mengabari setibanya di negeri tujuan.

“Dia sempat telepon, bilang sudah sampai di Malaysia. Kami tenang waktu itu,” ujar J Sinaga, Selasa (3/3/2026).

BACA JUGA..  Pasutri Dibantai Perampok, Suami Tewas, Istri Kritis

Beberapa waktu kemudian, Susi kembali menghubungi keluarga. Ia mengaku sudah menerima gaji dan bahkan sempat menunjukkan uang pecahan dolar. Namun, ia tidak pernah menjelaskan secara rinci pekerjaannya atau lokasi tempat tinggalnya.

Kecurigaan mulai muncul ketika komunikasi menjadi tidak lancar. Situasi semakin membingungkan saat Bram Silitonga tiba-tiba mengabarkan bahwa Susi sakit dan membutuhkan biaya pengobatan.

Tanpa banyak pilihan, keluarga mengirimkan uang secara bertahap hingga total mencapai Rp90 juta.

“Pertama kami kirim Rp40 juta, lalu diminta lagi sampai total Rp90 juta,” kata J Sinaga.

Namun fakta yang terungkap kemudian justru mengejutkan. Bram menyebut Susi tidak dirawat di Malaysia, melainkan di sebuah rumah sakit di Kamboja.

BACA JUGA..  Kasus P21, KPK Segera Seret Gubernur Riau Nonaktif ke Meja Hijau

“Kami kaget. Dari awal berangkat ke Malaysia, tapi tiba-tiba dibilang ada di Kamboja,” ujarnya.

Keluarga kini diliputi kebingungan dan kecemasan. Identitas serta peran Bram Silitonga pun menjadi tanda tanya besar. Bahkan, komunikasi dengan pria tersebut sempat terputus.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwenang, termasuk BP3MI dan kepolisian setempat. Aparat disebut telah mendatangi rumah keluarga untuk melakukan pendalaman.

Sementara itu, kondisi Susi dikabarkan memprihatinkan. Ia disebut terbaring lemah tanpa riwayat penyakit sebelumnya, menambah kecurigaan keluarga bahwa ada sesuatu yang tidak beres di balik keberangkatannya.

BACA JUGA..  Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK

“Kami hanya ingin anak kami pulang. Kalau memang sudah jelas di mana, kami siap jemput langsung ke Kamboja,” kata J Sinaga dengan suara bergetar.

Di tengah ketidakpastian, keluarga berharap ada titik terang—bukan hanya soal keberadaan Susi, tetapi juga kebenaran di balik perjalanan yang membawa anak mereka ke negeri asing tanpa jejak yang jelas.

Kasus ini menjadi pengingat keras tentang risiko bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi dan kejelasan pihak penyalur. Bagi keluarga Susi, yang tersisa kini hanya harapan—agar sang anak bisa kembali dengan selamat.(*)

EDITOR: Hiras Budiman