POSMETRO MEDAN – Penemuan jasad Naman Petrus Berasa di Sungai Lau Gunung, Kecamatan Tanah Pinem, Dairi, masih menyisahkan tanda tanya besar bagi keluarga.
Meski pihak kepolisian menyebut korban jatuh atau lompat ke sungai karena menghindari penggerebekan, pihak keluarga justru berkeyakinan Petrus dibunuh.
Dugaan tersebut disampaikan istri korban, diduga akibat kasus pembunuhan, Veni Indriani Bancin dan keluarga.
Mereka meminta pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus tersebut secara terang benderang ke hadapan publik.
Kecurigaan pihak keluarga bukan tanpa alasan. Veni didampingi keluarganya mengungkap perihal awal korban meninggalkan rumah.
Disebutkan Veni, pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, Petrus dijemput oleh teman yang telah dianggap seperti saudara kandung berinisial HT dari rumahnya di Lau Salak, Desa Lau Sireme, Tigalingga.
Berikutnya Petrus dan HT pergi ke Dusun Lau Gunung, Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem. Karena korban tidak pulang hingga Kamis (19/3/2026) pagi, Veni dan adik iparnya mencari korban ke Lau Gunung.
Setiba dekat Sungai Lau Gunung, Veni bertemu HT dan menanyakan keberadaan suaminya. Kepada mereka, HT menyebut dia dan korban melompat ke jurang dekat sungai dari sepeda motor saat polisi melakukan penggerebekan pada Rabu (18/3/2026) tengah malam.
Saat ditanya alasan melompat, HT menjawab bahwa mereka berdua sedang menggunakan narkoba. Selanjutnya, Veni bersama HT melakukan pencarian Petrus di sekitar jurang yang disebutkan HT.
Namun meski telah mencari sekitar 5 jam, Petrus tetap tidak ditemukan. Anehnya, menurut Veni, lokasi titik HT dan Petrus melompat tidak menunjukkan jejak apa pun. Tidak ada bekas tanaman atau pohon kecil di tepian sungai yang rusak, maupun tanda-tanda orang jatuh.
“Tidak ada jejak atau bekas orang terguling-guling. Suami saya bertubuh tinggi besar, masa tidak ada jejak orang jatuh? Sandal Swallow suami saya ada di gubuk itu, kami temui bersama HT,” kata Veni.
Karena pencarian hingga Kamis (19/3/2026) sore tidak membuahkan hasil, Veni dan adik iparnya memutuskan pulang dan berkoordinasi dengan pihak keluarga besar. Selanjutnya, pada Jumat (20/3/2026), Veni membuat laporan orang hilang ke kepolisian.
Belakangan, Petrus ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Sungai Lau Gunung dan dibawa untuk autopsi ke RSU Salak, Pakpak Bharat.
“Saya tidak yakin suami saya melompat ke jurang lalu meninggal. Kenapa hanya suami saya yang menjadi korban, sementara HT mengaku mereka sama-sama melompat? Kasus ini harus diselidiki polisi,” kesah Veni.
S Berasa, orang tua Petrus juga mengungkapkan kecurigaan yang sama dengan Veni. Menurut Berasa, putranya tewas dengan tidak wajar. Itu terlihat dari kondisi wajah, rahang, dan gigi korban tidak utuh.
“Dari leher sampai perut korban semacam ada sayatan benda tajam. Itu kami lihat ketika dilakukan autopsi di RSU Salak, Pakpak Bharat,” kata S Berasa, ditimpali Siketang.
Siketang juga mengaku menemukan banyak kejanggalan pada tubuh korban. Ia merasa heran, karena keluarga tidak diperbolehkan melihat kondisi jenazah saat masih berada di kantong mayat.
“Setelah mau diautopsi baru bisa dilihat oleh istri dan keluarga. Kami hanya bisa memastikan mayat itu sepupu kami dari pakaiannya saja. Kami tidak diperbolehkan melihat wajah korban. Ternyata saat di RSU, wajah korban sudah hancur. Kami curiga ada motif kriminal,” kata Siketang.
“Untuk itu, kami minta Polri dapat mengungkap penyebab kematian korban, karena kami nilai banyak kejanggalan,” ujarnya menambahkan.
Terpisah, Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahri Ramadan menjelaskan bahwa sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (18/3/2026), Satres Narkoba Polres Dairi dibantu personel Polsek Tigalingga dan Tanah Pinem melakukan penggerebekan terhadap warung di pinggiran Sungai Lau Gunung.
Tempat yang tepatnya di Dusun Lau Gunung, Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem itu diduga menjadi lokasi transaksi narkoba.
Penggerebekan tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan dua orang terduga pelaku narkoba dari Desa Lau Sireme.
Disampaikan Syahri, saat penggerebekan berlangsung, sejumlah orang yang berada di lokasi diduga melarikan diri. Bahkan, ada yang melompat ke sungai. Petugas menemukan barang bukti sabu sekitar 7 gram dan kaca pireks yang baru digunakan.
“Tidak ada orang yang diamankan. Barang bukti yang ditemukan sekitar 7 gram kotor. Para terduga pelaku melarikan diri dan melompat ke sungai. Pemilik warung masih dalam penyelidikan,” kata Syahri.
Selain itu, sekitar lima unit sepeda motor yang diduga digunakan para terduga pengguna narkoba turut diamankan ke Polres Dairi. Syahri juga membenarkan sepeda motor yang diduga digunakan Petrus dan HT ikut diamankan. (mis)












