Chiki Fawzi Bersiap ke Jalur Gaza

oleh
oleh
Chiki Fawzi.

POSMETRO MEDAN – Artis sekaligus aktivis kemanusiaan, Chiki Fawzi berencana bertolak ke Jalur Gaza, Palestina, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung.

Dia bersama puluhan aktivis dan relawan internasional lainnya akan mencoba menembus kawasan konflik tersebut melalui jalur laut.

Putri Ikang Fawzi itu mengungkapkan keberangkatannya ini berada di bawah payung gerakan internasional yang murni fokus pada misi perdamaian dan menolak segala bentuk kekerasan.

“Kita semua bergabung dalam gerakan internasional namanya Global Summit Flotilla. Tujuannya adalah membuka koridor kemanusiaan di Gaza via jalur laut. Dan ini memang non-violence sailing. Jadi ini adalah pelayaran tanpa kekerasan sama sekali. With peace, gitu ya, we sail,” kata Chiki Fawzi.

BACA JUGA..  Shinta Pilih Rujuk Usai Bongkar Aib Suami

Setelah rombongan sebelumnya sempat tertahan di Tunisia akibat eskalasi geopolitik dunia yang memanas, semangat Chiki Fawzi rupanya tidak surut. Ia memastikan rencana pelayaran selanjutnya akan segera dieksekusi dalam waktu dekat bersama delegasi dari Tanah Air.

“Insyaallah kita sedang merencanakan pelayaran berikutnya tanggal 12 April ke depan insyaallah kalau lancar. Global Summit Flotilla di Indonesia itu under Indonesia Global Peace Convoy,” tuturnya.

BACA JUGA..  Kabupaten Samosir Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih, Vandiko : Program Pres

Misi nekat melalui jalur laut ini terpaksa diambil bukan tanpa alasan. Ia membeberkan akses masuk ke Gaza lewat jalur darat saat ini sangat dibatasi dan mustahil dilewati oleh warga sipil atau relawan biasa.

“Rencana sebenarnya kita menargetkan dua bulan sih. Dari start pelayarannya ya, terakhir meeting seperti itu. Tapi kita akan lihat nanti kondisinya akan seperti apa, karena sebenarnya sekarang yang bisa masuk Gaza kalau lewat jalur darat itu cuma orang-orang medis dari MERC-C, dokter, atau nurse,” jelasnya.

BACA JUGA..  Lindi Fitriyana Hamil Anak Pertama

Oleh karena itu, jalur laut menjadi satu-satunya alternatif yang bisa ditempuh oleh para relawan non-medis seperti dirinya untuk bisa menginjakkan kaki di sana.

“Jadi orang-orang biasa kayak kami ini memang gak bisa kalau lewat jalur darat yang legal gitu. Jadi memang mendobrak via jalur laut itu memang sudah banyak dilakukan oleh aktivis-aktivis internasional dari tahun 80-an,” pungkasnya.(dtk)