POSMETRO MEDAN – Tindakan bunuh diri tentu tidak diperbolehkan oleh semua agama, namun atas dasar alasan tertentu, beberapa orang tetap nekat melakukannya.
Puri Utami, salah satunya. Wanita berusia 35 tahun ini ditemukan tewas tergantung di pohon Kakau belakang rumahnya.
Namun sebelum bunuh diri, dia sempat menulis pesan buat sang suami. Pesan itu ditemukan dalam amplop tak jauh dari posisi Utami tewas.
Isinya sangat menyentuh. Selain minta maaf, dia juga meminta sang suami memperhatikan shalat anak-anak mereka.
“Sepurone mas nak selama ini urung dadi bojo seng manut. Tolong jaga sholate anak-anak ya mas. (Maaf mas, jika selama ini aku tidak menjadi istri yang patuh. Tolong perhatikan salat anak-anak ya mas.”
Puri Utami merupakan seorang ibu rumah tangga di Pekon Sukoharjo, Kabupaten Piringsewu, Provinsi Lampung. Jasadnya ditemukan oleh ayahnya pada Rabu (18/2/2026).
Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko mengatakan korban diketahui sehari-hari berjualan gorengan, tidak jauh dari rumahnya.
AKP Juniko menjelaskan saksi Tugino hendak menuju belakang rumah untuk membersihkan kandang dan membuang sampah. Namun, ia melihat sosok tergantung di pohon kakau.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari lokasi, polisi menemukan sebuah amplop berisi tulisan yang diduga pesan terakhir korban, berisi permintaan maaf kepada suami serta pesan agar anak-anaknya dijaga ibadah salatnya.
Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko mengatakan, hasil pemeriksaan awal bersama tenaga medis Puskesmas Sukoharjo tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
“Dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri. Namun untuk motifnya masih kami dalami,” kata Juniko.
Pihak keluarga, lanjutnya, telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. (tbn)












