POSMETRO MEDAN – Terlalu! Seorang wanita kedapatan mencuri uang duka saat melayat ke rumah korban kecelakaan Avanza ditabrak kereta api di Tebing Tinggi.
Tindakan tak terpuji itu terjadi di rumah duka, Jalan Purwo, Gang Arjuna, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (22/1/2026).
Seorang perempuan mengenakan hijab berwarna hitam, gamis motif bunga, dan memakai masker, justru mencuri uang duka.
Ia datang sekira pukul 10:00 WIB, seakan-akan sebagai pelayat yang ingin menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga ditinggalkan.
Berjalan kaki melewati puluhan orang yang duduk, maupun berdiri dibawah tenda, ia datang tanpa ragu.
Begitu sampai di baskom atau wadah tempat uang duka dikumpulkan, ia mengeluarkan uang pecahan Rp 5 ribu yang disiapkan untuk dimasukkan ke dalamnya.
Namun, uang Rp 5 ribu itu hanya alibinya untuk meraup keuntungan yang lebih besar.
Begitu selembar uang kertas Rp 5 ribu dimasukkan, wanita ini justru mengambil uang pecahan lebih besar sebanyak Rp 35 ribu, secepat kilat.
Untungnya aksi Mia diketahui warga yang merasa curiga dengan gerak-geriknya, dan langsung menangkapnya.
Modus pencurian di rumah duka ini diungkap oleh Juliadi, Kepala Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang, usai mendengar pengakuan pelaku usai diamankan.
Juliadi mengungkapkan, uang Rp 30 ribu itu karena memang yang ada cuma segitu, sebab sebelumnya sudah disimpan ahli waris.
“Teknisnya dia memasukkan Rp 5.000, ambil Rp 30.000 gitulah. Tapi kalau di situ banyak, mungkin ngambil banyak dia,”kata Juliadi, Kamis (22/1/2026).
Aksi pencurian uang di rumah duka seperti ini diduga sudah dilakukan pelaku Mia secara berulang. Bahkan, diduga ia beraksi bersama beberapa pelaku lainnya.
Sebab, ketika ditanyai pelaku ini warga mana, keterangannya berubah-ubah.Ia mengaku hanya mengambil sebesar Rp 30 ribu. Ia juga diduga sempat tertangkap ketika beraksi di sekitar Kecamatan Medan Johor.
Meski demikian, usai ditangkap, Mia tidak diproses hukum. Pihak keluarga, maupun pemerintah Desa memaafkannya.
“Kita kan di desa punya restorasi, adanya rumah perdamaian. Jadi, apapun kan kita, damaikan. Karena dengan kalau kita bawa ke Polsek pun, mungkin tetap dibalikkan di desa untuk berdamai lah, gitu.”
Diketahui kecelakaan maut terjadi antara mobil dengan Kereta Api Sribilah Utama di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi pada Rabu (21/1/2026) kemarin. Akibatnya, satu keluarga meninggal dunia.
Adapun korban dibawa ke 3 rumah duka yang berbeda, yakni di Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Medan Marelan, dan Kecamatan Tanjung Morawa.
Untuk di Deli Tua, korbannya ialah Zahara (80) dan kedua anaknya Zaitun dan Daratul Laila, serta seorang anak usia 7 tahun, anak dari Laila.
Mereka disemayamkan dalam satu rumah dan dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat rumah.(tbn)











