POSMETRO MEDAN – Tim Terpadu Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Deli Serdang tak diterima dan dihadang security ketika hendak melakukan pemeriksaan lapangan di PT Ganda Saribu di Jalan Medan-Binjai, Km 12.5, No.33, Desa Pujimulyo, Kecamatan Sunggal, Kamis (29/1/2026).
Alasan yang disampaikan security Perusahan karena direktur, manajer, hingga supervisor tidak di tempat. Atas kejadian tersebut, PT Ganda Saribu menjadi catatan tersendiri bagi Tim Terpadu Optimalisasi PAD Deli Serdang, dan akan segera ditindaklanjuti.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deli Serdang, Sri Armayani SH menyampaikan, pemeriksaan lapangan yang dilakukan bukan semata-mata penindakan, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan kepada para pelaku usaha.
“Ya tim kita tak diterima oleh pihak PT Ganda Saribu, padahal kunjungan dan pemeriksaan lapangan ini bertujuan untuk memastikan seluruh badan usaha menjalankan kewajiban perpajakan daerah secara tertib dan sesuai aturan. Selain melakukan pendataan dan verifikasi, kami juga memberikan sosialisasi agar para pelaku usaha memahami kewajiban pajak daerah yang harus dipenuhi,” ujar Kepala Bapenda.
Ditambahkan, optimalisasi PAD menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah serta peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, potensi PAD yang selama ini belum tergali secara maksimal dapat dioptimalkan, sekaligus menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan pelaku usaha untuk membayar pajak daerah secara tepat waktu,” harap Kepala Bapenda.
Dalam hal ini PT Ganda Saribu tak menghargai Pemerintah dan menjadi catatan untuk dilakukan pemeriksaan kelanjutan kedepan.
Selain PT Ganda Saribu, Tim Terpadu juga mendatangi empat perusahaan atau badan usaha lain di Kecamatan Sunggal, antara lain PT Maja Agung Latexindo, PT Latexindo Toba Perkasa, PT Sinergi Gula Nusantara Sei Semayang, dan Rumah Sakit Umum (RSU) Full Bethesda.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan, tim terpadu memastikan kepatuhan para pelaku usaha terhadap kewajiban perizinan dan administrasi, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA), kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, serta pemenuhan kewajiban pajak dan retribusi daerah yang wajib dipenuhi oleh perusahaan.
Di lokasi terpisah, di Kecamatan Percut Sei Tuan, Tim Terpadu Optimalisasi PAD Deli Serdang mendatangi sedikitnya 12 perusahaan atau badan usaha.
Ke-12 perusahaan atau badan usaha tersebut, antara lain PT Capella Dinamik Nusantara di KIM 2 Mabar Desa Saentis, Percut Sei Tuan; PT Leong Hup JayaIndo, Jalan Pulau Tanah Masa di KIM 2 Mabar, Desa Saentis, Percut Sei Tuan; Klinik Pratama Rawat Jalan MM, Jalan Oleo di KIM 2 Mabar, Desa Saentis, Percut Sei Tuan; PT Intraco Agro Industri, Jalan Pulau Pinang di KIM 2 Mabar, Desa Saentis, Percut Sei Tuan; PT AICA Mugi Indonesia, Jalan Pulau Bangkalan 3 di KIM 2 Mabar, Desa Saentis, Percut Sei Tuan, dan PT Jui Shin Indonesia, Jalan Pulau Pini di KIM 2 Mabar, Desa Saentis, Percut Sei Tuan.
Kemudian, PT Lestari Alam Segar, Jalan Pulau Pinang di KIM 2 Mabar, Desa Saentis, Percut Sei Tuan; Klinik Pratama Mandiri, Pasar VII Tembung; Klinik Aneka Era Baru, Jalan Pulau Solor di KIM 2 Mabar, Desa Saentis, Percut Sei Tuan (Tutup); Chiken Holick, Komplek Cemara Asri, Percut Sei Tuan; Restauran Shang Jin, Komplek Cemara Asri, dan Restauran SSFC, Jalan Boulevard Raya, Komplek Cemara Asri, Desa Sampali Percut Sei Tuan.
Di Kecamatan Tanjung Morawa, Tim Terpadu Optimalisasi PAD Deli Serdang juga melakukan pemeriksaan lapangan terkait legalitas usaha, perizinan, serta pemenuhan kewajiban pajak daerah.
Ada sembilan perusahaan atau badan usaha yang didatangi, antara lain PT Permata Sakti di Jalan Medan–Lubuk Pakam, Desa Tanjung Morawa B, PT Genta Lestari/Reno Mustofo, PT Citra Kencana Industri, PT Green River Nusantara di Jalan Industri, No.41, Dusun II, Tanjung Morawa B; CV Mestika Jaya Abadi di Jalan Karya Dharma, Desa Tanjung Morawa B; Girvi Mas di Jalan Medan–Lubuk Pakam, Desa Bangun Sari; KS Fajar di Jalan Medan–Lubuk Pakam, Desa Bangun Sari; CV Kuis Mora di Jalan Batang Kuis, Desa Dalu X A, dan Klinik Pratama Rawat Inap Asia Raya di Jalan Sultan Serdang.
.
Tak hanya tim terpadu Pemkab, namun Tim Pansus PAD DPRD Deli Serdang sudah terlebih dahulu kerja melakukan penekanan dan sosialisasi kewajiban PAD serta mendesak perusahaan agar tertib membayar PBB dan retribusi sesuai dengan luas tanah, bangunan hingga harga seusai NJOP, membayar retribusi PBG bangunan tambahan, serta perizinan lainnya. Dan itu terbukti dengan naik signifikannya PAD Deli Serdang tahun 2025 kemarin. ( Wan)
EDITOR : Putra











