POSMETRO MEDAN – Sebuah kapal feri penumpang dilaporkan terguling dan tenggelam menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas, sementara ratusan penumpang lainnya berhasil diselamatkan.
Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) masih terus berlangsung, dengan puluhan penumpang dilaporkan belum ditemukan.
Insiden ini langsung menyita perhatian publik internasional dan kembali menyoroti isu keselamatan transportasi laut di negara Filiphina.
Kapal feri yang diketahui bernama MV Trisha Kerstin 3 berlayar dari Kota Zamboanga menuju Pulau Jolo, Provinsi Sulu, sebelum mengalami keadaan darurat di tengah perjalanan.
Sekitar dini hari waktu setempat, kapal sempat mengirimkan sinyal mayday sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan dekat Provinsi Basilan.
Meski kondisi cuaca saat itu dilaporkan relatif normal, kapal secara tiba-tiba kehilangan stabilitas. Dalam waktu singkat, sebagian besar penumpang terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Pihak berwenang menegaskan, angka korban masih bisa berubah, mengingat tim SAR masih menyisir lokasi kejadian dan wilayah perairan sekitarnya.
Sebagian korban selamat mengalami cedera ringan, hipotermia, dan trauma, sementara mereka yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat di Basilan dan Zamboanga.
Menariknya, kapal feri tersebut tidak dilaporkan kelebihan kapasitas saat berlayar. (bbs)











