POSMETRO MEDAN – Pesawat kecil milik Angkatan Laut Meksiko yang menjalankan misi kemanusiaan jatuh di laut dekat lepas pantai Texas, Amerika Serikat, Senin (22/12/2025) waktu setempat.
Pesawat tersebut membawa delapan orang, terdiri atas satu pasien medis dan tujuh penumpang lainnya.
Kecelakaan terjadi di perairan Teluk Galveston, sekitar 80,5 kilometer tenggara Houston, tidak jauh dari Bandara Internasional Scholes.
Pesawat diketahui lepas landas dari Merida, Yucatan, Meksiko, pada pukul 18.46 dan kehilangan kontak sekitar 21.01 waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Angkatan Laut Meksiko mengonfirmasi pesawat tersebut merupakan milik institusinya dan sedang menjalankan misi medis kemanusiaan saat mengalami kecelakaan.
Empat penumpang merupakan perwira Angkatan Laut Meksiko, sementara empat lainnya adalah warga sipil, termasuk seorang anak.
Dua penumpang diketahui merupakan anggota Yayasan Michou dan Mau, organisasi nirlaba yang membantu anak-anak Meksiko penderita luka bakar parah.
Yayasan tersebut berkoordinasi dalam penyediaan transportasi medis menuju Rumah Sakit Anak Shriners di Galveston.
Sekretariat Angkatan Laut Meksiko menyatakan bahwa lima orang tewas, dua orang selamat, dan satu penumpang masih dinyatakan hilang.
“Delapan orang berada di dalam pesawat tersebut, yang sedang menjalankan misi kemanusiaan,” ujar Angkatan Laut Meksiko dalam pernyataan resmi, dikutip AFP.
Pesawat dilaporkan jatuh saat mendekati Galveston pada Senin sore waktu setempat. Seorang saksi mata, Billy Howell, pekerja di Galveston Bait and Tackle, mengaku mendengar suara benturan keras.
“Awalnya saya mengira itu kecelakaan mobil di Galveston Causeway. Saat itu jarak pandang benar-benar nol karena kabut,” ujarnya.
Saksi lain, Sky Decker, seorang kapten kapal pesiar profesional yang berada di sekitar lokasi kejadian, menceritakan upaya penyelamatan dramatis terhadap seorang penumpang wanita yang terjebak di kursinya.
“Dia hanya memiliki celah udara sekitar tiga inci untuk bernapas. Bahan bakar jet bercampur dengan air, uapnya sangat berbahaya,” kata Decker, dikutip dari The Hill.
Meski penyebab kecelakaan belum dipastikan, seorang ahli meteorologi dari National Weather Service, Cameron Batiste, menyebut wilayah Galveston dilanda kabut tebal selama beberapa hari terakhir.
Sekitar pukul 14.30 waktu setempat, jarak pandang di lokasi kejadian dilaporkan hanya sekitar setengah mil, yang berpotensi mengganggu navigasi penerbangan.
Departemen Keamanan Publik Texas menyatakan tim dari Federal Aviation Administration (FAA) dan National Transportation Safety Board (NTSB) telah tiba di lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Kantor Sheriff Galveston County mengerahkan tim penyelam, unit TKP, drone, serta patroli laut untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi. Penjaga Pantai AS menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 15.17 waktu setempat.
Jumlah korban tewas bertambah pada Senin malam ketika operasi pencarian dilanjutkan di sekitar Galveston Causeway, tempat satu penumpang masih belum ditemukan. Salah satu korban yang meninggal diketahui merupakan anak berusia dua tahun.
Angkatan Laut Meksiko menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan menegaskan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung dengan melibatkan otoritas setempat. (bbs)












