POSMETRO MEDAN – Seratusan warga yang menamakan diri Gerakan Aliansi Masyarakat Peduli Desa, menggelar aksi unjukrasa di Kantor Bupati, Kantor Kejaksaan Negeri dan Kantor Polresta Deli Serdang di Lubuk Pakam, Kamis,18/9/2025 pagi.
Sebelum berangkat bersama sama ketempat tujuan aksi, massa terlebih dahulu berkumpul di simpang Abadi halaman hotel Aero pesawat, Jalan Paya Pasir, Dusun II, Desa Tanjung Morawa A. Dengan mengendarai mobil pikup dan sepeda motor warga yang sudah mempersiapkan sound pengeras suara juga sejumlah poster dan spanduk bergerak ke Lubuk Pakam dengan pengawalan sejumlah personel Kepolisian Polresta Deli Serdang.
Aksi unjukrasa massa pertama tiba di Mapolresta Deli Serdang untuk menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya mendesak Polresta Deli Serdang mengusut kasus pemalsuan tanda tangan masyarakat dalam pemberian bantuan BLT, memeriksa pengelolaan dana desa Buntu Bedimbar yang diduga menyalahi. Tangkap penganiaya anak di Desa Beringin Kecamatan STM Hilir, copot personel Polresta Deli Serdang Brigadir Octa Florensia dari Unit PPA karena tidak mampu bekerja untuk menangkap pelaku penganiayaan anak.
Aksi unjukrasa dimotori Gerakan Aliansi Masyarakat Desa diketuai oleh Sarjono Syam, penanggung jawab aksi Zulhamdani Napitupulu dan Pimpinan Aksi H Azhanul Shauti
” Kami juga minta stop Mobilisasi Truck bertonase berat yang merusak jalan dan sudah banyak makan korban masyarakat di Jalan Sei Belumai Hilir, Kecamatan Tanjung Morawa,” ucap H Azhanul Shauti Pemimpin Aksi.
Massa melakukan orasi di depan Kantor Mapolres Deli Serdang beberapa saat lalu diterima oleh sejumlah pejabat Polresta Deli Serdang diantaranya, Kasat Intelkam, Kabag OPS, Kanit Tipikor dan Kanit PPA Satreskrim Polresta Deli Serdang, diskusi dilakukan di aula Polresta Deli Serdang.
Usai melakukan aksi di Mapolresta Deli Serdang massa selanjutnya bergerak ke Kantor Kejaksaan Negeri Deli Serdang dan Kantor Bupati Deli Serdang. ( Wan)
EDITOR : Rahmad












