Calo Kepsek Dibongkar, Sejumlah Kepsek Dapat Intimidasi

oleh
Dinas Pendidikan Deli Serdang

POSMETRO MEDAN – Panas berita dugaan pungli Calo jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri di Kabupaten Deliserdang yang diduga dilakukan jaringan Paguyuban Guru SD sekarang bernama Jaringan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Sejumlah Kepsek mendapat itimidasi dari Jaringan RTL ini.

Informasi dihimpun, Rabu, 27/8/2025 bahwa Itimidasi tersebut berbentuk “ancaman” kepada sejumlah Kepsek yang sekolahnya terbilang besar (siswanya banyak) agar membayar jutaan uang untuk mempertahankan kan jabatan kepseknya, apabila tidak menuruti hal tersebut maka kursi jabatan kepsek akan digeser atau dicopot.

Salah satu nya Kepala SDN di Kecamatan Galang Kabupaten Deli serdang yang tak ingin ditulis namanya, saat dikonfirmasi wartawan Ia mengaku dapat telepon dari Kordinator paguyuban guru SD wilayah Galang berinisial SS yang juga merupakan Kepsek di Galang dan merupakan anak buah Oknum Kabid di Dinas Pendidikan IS.

” Saya mau diminta uang agar saya bertahan disini (SD) saya ini , kalau tidak mau bayar saya di geser atau dicopot, puluhan juta saya mau diminta, saya gak mau ngasi karena saya baru dua tahun jadi kepsek , si SS ini nelpon saya langsung bulan April 2024 lalu” beber sumber.

BACA JUGA..  Usai Corat Coret, Pelajar Tawuran di Perbaungan

Menurutnya , Sedaya upaya ia akan mencoba mempertahankan jabatannya karena merasa tidak ada salah apabila nanti dipindahkan dan menyampaikan pada Bupati.

” Kemanapun saya berani pak, siap menghadapi kemanapun karena saya tidak salah , dan hal ini sudah saya laporkan ke pihak terkait , saya ada rekamannya saat si oknum SS ini menelpon saya untuk meminta sejumlah uang ” kata Kepsek tersebut.

Beberapa hari kemudian, lanjut Kepsek tersebut ada lagi oknum juga yang menelpon dirinya, agar dirinya disuruh menyerahkan uang kepada oknum SS.

“Saya menduga kawannya si oknum SS ini yang menelpon saya lagi, mau minta uang agar tetap menjadi kepala sekolah, sekali lagi saya tidak mau ngasi pak” tegas Kepsek tersebut.

BACA JUGA..  Tersangka Bripda JGS Pembalak Hutan Lindung di Humbahas Siap Disidangkan

Sementara itu, Oknum Kepsek SS yang juga kordinator paguyuban Guru SD wilayah Galang , SS membantah terkait hal ini saat di konfirmasi Wartawan.

“Gak ada itu pak banyak kali isu isu tentang saya ini, tapi hal itu tak ada pak,” ucap SS.

Saat ditanya apakah SS pernah menyetor uang Rp.60 juta ke oknum Kabid Dinas Pendidikan berinisial IS, ia menyebutkan tidak ada.

“gak pak gak ada pak, aku saja gak gabung sama dia (oknum Kabid IS ) pak, gak betul pak, kemarin saya diisukan seperti itu pak , kemarin pun sudah saya klarifikasi, yang isu isu seperti itu sudah di klarifikasi, saya gak anggota oknum Kabid IS, dulu saya sempat gabung sebentar di paguyuban pak , saya lihat gak cocok lagi saya keluar pak.keluar saya , saya ngundurkan diri” kata SS.

Inspektur Inspektorat Deliserdang Edwin Nasution bahwa pihaknya sudah memanggil yang bersangkutan baik oknum Kabid maupun oknum Kepsek yang terdapat bukti Transfer.

BACA JUGA..  Tepung Tawari 398 Calhaj Langkat, Bupati: Jaga Kesehatan dan Keikhlasan

” Sudah kami periksa semua , tidak mau ngaku mereka, beralasan uang itu untuk kumpul kumpul bukan uang untuk ngurus Kepsek, tapi kalau saya periksa lebih dalam lagi bisa kita bongkar nanti ini” kata Edwin Nasution sambil berkelakar dan menaiki mobil Dinasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang telah memanggil oknum Kabid IS dan beberapa orang Kepala Sekolah (Kepsek ) yang diduga terlibat dalam kegiatan Perekrutan Calo menjadi Kepsek dan Plt. Kepsek.

Sekretaris Dinas Pendidikan Irwansyah saat dikonfirmasi Selasa (19/8) terkait hal ini via pesan WhatsApp mengakui bahwa pihaknya sudah memanggil oknum Kabid IS dan beberapa Oknum Kepsek.

“Dinas Pendidikan sudah memanggil dan mem BAP, tetapi tidak ada penjelasan atau pengakuan terkait mentransfer uang untuk menjadi Kepala Sekolah atau Plt. Kepala Sekolah” kata Irwansyah. ( Wan)

EDITOR : Rahmad