POSMETRO MEDAN | Sikap Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan dinilai tidak adil pada siswa Al Washliyah Patumbukan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Pasalnya saat berkunjung ke gedung sekolah SMPN2 yang berdiri diatas Tanah Al Washliyah tidak menjenguk siswa Al Washliyah.
” Ngeri kali ya sifat bupati Deli Serdang itu, asli beliau tidak datang menjenguk siswa Al Washliyah, dan di Media Sosial postingan Pemkab Deli Serdang juga hanya menampilkan siswa SMPN 2 Galang, diberi hadiah perlengkapan sekolah lagi. Mungkin terlalu benci dengan Al Washliyah hingga sampai anak sekolah yang tak tau apa apapun turut tak diperhatikan. Padahal anak anak sekolah itu juga warga Kabupaten Deli Serdang,” ucap Halimah salah satu orang tua siswa Al Washliyah warga Desa Patumbukan. Selasa, 22/7/2025.
Ahmadi Kepala Sekolah Mts Al Washliyah saat dikofirmasi via seluler membenarkan kalau pada Senin semalam bupati ada datang ke sekolah SMPN2 yang kini berbagi kelas dengan Siswa Al Washliyah. Tapi Bupati beserta rombongannya tidak menjenguk siswa Al Washliyah yang masih berada di gedung induk Al Washliyah.
” Bupati tidak ada datang ketempat kami, informasinya ke tempat Anak SMPN 2, kalau yang datang tempat kami itu dua orang anggota DPRD Deli Serdang Pak Dahnil Ginting sama Pak Dedi Syahputra,” ucap Kepala Sekolah.
Dalam postingan Medsos Bupati menyampaikan permohonan maaf pada siswa SMPN 2 Galang karena baru bisa mendudukkan adik adik siswa SMPN 2 Galang ke sekolah kembali di tempat yang seharusnya.
Saya berharap trauma dua tahun masa yang lalu bisa segera terobati dan kepada dinas terkait dalam pemulihan trauma anak anak ini untuk berperan memulihkan kepercayaan diri mereka.
” Hari ini adik adik sebagai tanda syukur saya dengan pak wakil Bupati serta seluruh perangkat daerah kami akan membagikan lengkap alat sekolah, baik tas dan baju sekolah pada seluruh siswa yang hadir. Tolong dibuatkan garis untuk lapangan badmintonnya nanti untuk tenis mejanya akan kita berikan juga dan untuk beberapa lap komputer segera akan kita masukkan kemari. Dan yang paling pasti saya akan menyiapkan sekolah yang lebih baik untuk untuk adik adik semua,” ucap Asriludin Tambunan.
Konflik sengketa lahan dan gedung sekolah dengan Al Washliyah memuncak saat Bupati memerintahkan Satpol PP menyegel gerbang sekolah. Hal itu membuat ratusan siswa Al Washliyah terlantar dijalanan pada hari pertama masuk sekolah.
Hal ini memicu gejolak dan keprihatinan masyarakat, Bupati dihujat sampai ke media sosialnya dibanjiri hujatan keras karena baru kali ini kejadian ada Pemerintah menyegel sekolah.
Karena menjadi isu Nasional dan sudah menabrak Astacita Presiden Prabowo, hal ini lalu disikapi oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang langsung datang melihat ke gedung sekolah dan memerintahkan pada Pemkab Deli Serdang dan Al Washliyah hentikan perseteruan. Ruang kelas yang ada dibagi dua saja dulu menunggu proses hibah gedung yang kini masih terdaftar sebagai aset Pemkab untuk diserahkan pada Al Washliyah sebagai pemilik tanah dalam proses paling lambat dua tahun kedepan.
Mendengar putusan dan perintah Gubernur Sumut, Bupati Deli Serdang pun tak berani membantah lalu mengikuti yang dianjurkan dan menggiring siswa SMPN 2 yang sebelumnya menumpang di Gedung SMPN 1 Galang kembali ke gedung sekolah lamanya.
Kekisruhan mestinya tak terjadi apabila Bupati Deli Serdang bijaksana, karena untuk pembangunan gedung SMPN 2 galang Awal tahun 2025 sebelumnya sudah dibahas dan disetujui oleh DPRD Deli Serdang untuk pembelian lahan serta pembangunan gedung baru dengan alokasi anggaran Rp 7 Milyar, tinggal realisasi saja. Tapi Bupati Asriludin Tambunan yang baru dilantik sekitar tiga bulan lalu mencoret anggaran tersebut dan memaksa Siswa Al Washliyah yang menggunakan gedung karena ada perjanjian pinjam pakai untuk mengosongkan sekolah.( Wan)
EDITOR : Rahmad












