POSMETRO MEDAN – Ketua Umum Keluarga Besar Paguyuban Pujakesuma menyesalkan pernyataan Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo yang viral dimedia massa dan media sosial terkait ucapan yang menyebutkan kalau Kabupaten Deli Serdang adalah Kabupaten Nahdiyin.
Pernyataan Lomlom itu dapat dijadikan persepsi negatif oleh masyarakat dan dapat memantik gelombang protes dari ormas keagamaan dan yang lainnya.
” Biar Wakil Bupati Deli Serdang itu tau ya, sejak kapan Deli Serdang ini jadi Kabupaten Nahdiyin. Pernyataannya itu arogan tidak mencerminkan sebagai pejabat publik. Tidak ada satu orangpun yang mengklaim sepihak Deli Serdang ini, saya sebagai putra daerah merasa terpicu juga mendengar statemen seperti itu. Deli Serdang ini beragam dan menyatu tidak boleh ada yang mengklaim sepihak termasuk Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang,” ucap Eko.
Eko yang juga mantan Aktivis di Kabupaten Deli Serdang itu mendesak Lomlom Suwondo Wakil Bupati Deli Serdang yang baru seumur jagung jadi Wakil Bupati Deli Serdang dapat menarik ucapannya dan meminta maaf pada masyarakat Kabupaten Deli Serdang.
” Pernyataan seperti itu tak mencerminkan seorang pemimpin di Kabupaten yang memiliki masyarakat plural. Selain itu terkait menghadapi massa yang berunjukrasa akibat kebijakan Pemerintah itu hal yang wajar mesti harus disikapi dengan bijak sana, bukan malah menunjukkan power penguasa. Itu namanya Arogan,” tegas Eko.
Eko menambahkan dalam hal kebijakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang tak sesuai dengan norma hukum dan menzholimi masyarakat, Pujakesuma juga banyak kader di Kabupaten Deli Serdang.
” Kami ingatkan, Pujakesuma juga banyak kader di Kabupaten Deli Serdang tak setuju juga kalau ada pemerintah Daerah yang mengklaim kalau Kabupaten Deli Serdang ini Kabupaten Nahdiyin,” pungkas Eko.( Wan)
EDITOR : Rahmad












