POSMETRO MEDAN – Warga yang tinggal di pinggiran rel kereta Api Jalan Pancasila Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan sekitarnya mengaku resah dan tak bisa berbuat apa apa lagi. Mereka hanya bisa pasrah melihat kekacauan yang sering terjadi dilingkungan mereka dari menjadikan daerah tersebut tempat transaksi narkoba hingga gelanggang tawuran anak anak remaja hampir setiap hari.
Hal itu disampaikan Anto, warga setempat, bahwa masalah keamanan dan ketertiban masyarakat sudah tidak ada lagi di dikampung mereka, gangguan keamanan kerap terjadi dari aksi tawuran hampir setiap hari sore dan malam hari. Selain itu juga daerah pinggiran rel menjadi tempat transaksi narkoba.
” Semalam sore baru tawuran lagi tu anak anak remaja pecahan botol, entah dari mana ratusan orang saling lempar batu, bawa senjata tajam dah enggak ada takutnya lagi, kita larang nanti kitapula yang dilempari batu,” ucap Anto.
Terkait hal tersebut Kepala desa Tembung Misman tak membantah keluhan masyarakat namun pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan pihak Kepolisian Polsek Medan Tembung melalui babinkamtibmas dan Babinsa untuk mengatasi masalah tawuran yang kerap terjadi begitu juga dengan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
” Kita terus melakukan kordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas terkait gangguan kenyamanan masyarakat khususnya tawuran, tapi memang anak anak remaja yang tawuran itu tidak bisa diprediksi kapan mereka tawuran, Kepala dusun saya suruh terus memonitor tapi diapun pening menghadapi anak anak remaja itu dari mana mana tawurannya di tempat itu, mereka ramai ya enggak sanggup juga menghalaunya,” ujar Kepala Desa.( Wan)
EDITOR : Rahmad












