Investasi Bodong, Warga Denai Raub Rp2 M

oleh
oleh

posmetromedan.com – Aksi penipuan dengan modus investasi bodong sukses membuat Widya Erliza (36) meraup Rp2 miliar. Berdasarkan data di kepolisian, 50 orang telah menjadi korban warga Jalan Tuba Pancasila, Kelurahan Tegal Mandala III, Medan Denai, tersebut.

Kini wanita tersebut dilaporkan ke Polrestabes Medan atas dugaan menipu. Seluruh korban diajak untuk berinvestasi jual beli perabot Jepara.

Sejauh ini baru satu orang yang melaporkan kasus itu, yaitu Radiah Farina (42) warga Jalan Puri, Medan Area. Dalam laporannya, Radiah menyebut, tanggal 25 November 2024 Widya mengajaknya bergabung investasi jual beli perabot Jepara dengan keuntungan sangat menggiurkan. Radiah pun yakin sehingga memberikan sejumlah uang kepada terlapor.

BACA JUGA..  Tawuran Geng Motor Gagal, Dua Orang Ditangkap Bawa Ganja

“Jadi awalnya itu, dia menawarkan penanaman modal, misalnya modal Rp4 juta dan diberikan keuntungan Rp750 ribu dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan,” ujar Radiah.

Radiah mengaku, awal sempat menerima keuntungan seperti yang dijanjikan Widya. Namun besoknya, Widya mendatangi rumahnya dan meminta untuk menginvestasikan uangnya kembali dengan jumlah yang lebih besar.

BACA JUGA..  Laporan Warga Berbuah Penangkapan, Pemilik Sabu Diciduk 

Akibat rayuan Widya, sejak November 2024 hingga 19 Februari 2025, Radiah mengaku telah mengirim Rp140 juta ke rekening suami dari Widya. Setelah itu, Wdya ingkar janji.

Radiah sebut, awalnya pihaknya berharap menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Bahkan, pada 28 Februari lalu, Radiah dan beberapa korban lainnya sempat mendatangi rumah Widya agar uang mereka dikembalikan.

BACA JUGA..  Gerebek Dua Hotel di Binjai, Ditemukan Tiga Pengguna Narkoba

Saat itu, Widya berjanji akan melakukan pembayaran paling lama 1 Maret 2025. Namun setelah jatuh tempo pembayaran, Widya justru melarikan diri.

Korban lain, Nadya Putri (28) mengaku mengikuti ajakan Widya sejak Juni 2024 lalu. Ia bersama orang tua serta teman kerjanya rugi hingga Rp500 juta.

“Korbannya bukan hanya kami berdua, ada sekitar 50 orang lagi. Korbannya semua warga sini, kerugian mencapai Rp2 miliar,” ujar keduanya. (mis)