Polisi Buru Geng Motor Tewaskan Remaja Di Jalan Bandara Kualanamu

oleh

POSMETRO MEDAN – Pihak Kepolisian Sat Reskrim Polresta Deliserdang hingga kini masih mengejar tersangka pelaku pembunuhan seorang remaja laki laki yang tewas diduga usai tawuran antar kelompok geng motor di Jalan Arteri Bandara Kualanamu, Pasar 3, Desa Sena Kecamatan Batang kuis bersebelahan dengan Desa Dalu Sepuluh A dusun V, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Rabu,18/12 kemarin.

Sejumlah saksi sudah diperiksa dan oleh TKP oleh pihak Kepolisian. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari Polisi terkait berapa saksi dan apakah ada tersangka yang telah diamankan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal ( Kasat Reskrim) Polresta Deliserdang, Kompol Risqi Akbar dikonfirmasi mengatakan saat ini proses penyidikan masih sedang dilakukan untuk mengungkap motif serta para pelaku yang terlibat dalam kasus kematian Gilang.

” kasus bentrok dua geng motor IPL dan ST atau Srigala Jalanan yang menewaskan Gilang masih mendalami kasus ini,” ungkap Kasat Reskrim,” Jum’ at 20/12/2024.

BACA JUGA..  Emak-emak Bergerak, Diduga Barak Tempat Pesta Sabu Dirobohkan

Korban tewas adalah Muhamad Gilang ( 17) seorang pelajar SMA warga Jalan Pimpinan, Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang dan saat ini korban juga sudah di makamkan.

Sebelumnya, Warga sekitar kejadian mengatakan bahwa rabu dini hari puluhan gerombolan anak geng motor bentrok setelah melakukan konvoi di Jalan Arteri Bandara Kualanamu dari arah Kecamatan Batang Kuis dan bentrok dengan kelompok anak geng motor lain. Bentrokan diduga dipicu aksi balas dendam kelompok Geng motor yang menamakan IPL dan geng motor ST Srigala Jalanan.

BACA JUGA..  Pulang Belanja Sabu Dicegat Polisi, Pengguna Narkoba Dibekuk

Usai bentrok itu, warga menemukan salah satunya terkapar dengan sejumlah luka di Kepala, hingga warga menghubungi pihak Kepolisian dan selanjutnya korban dievakuasi.

Aksi anak geng motor di Deli Serdang terus muncul meski sudah dilakukan penindakan karena bolak balik jatuh korban jiwa.(Wan)

EDITOR : Rahmad