POSMETRO MEDAN – Kasus kejahatan jalanan di Deliserdang meningkat dalam tiga bulan terakhir ini, umumnya tawuran, geng motor hingga begal. Sejumlah orang sudah kehilangan nyawa, luka luka hingga kerugian harta benda.
Masyarakat berharap besar pada pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara untuk bisa melakukan evaluasi pada pejabat pejabat di Kepolisian setingkat Polres hingga Polsek agar Kamtibmas dan keresahan masyarakat saat ini teratasi.
Seperti Keluhan yang dialami Jaraman Sembiring (45) dan Istrinya Sabur Raihom (40) warga Desa Lau Rempak, Kecamatan STM Hilir, Deliserdang.
Keduanya mengaku kecewa dengan kinerja pihak Kepolisian yang menangani kasus pembacokan terhadap anak mereka Agung Wardana Sembiring (14) yang terjadi di depan SMA Negeri I Bangun Purba pada Minggu 8/9/2024 kemarin.
” Kasus ini sudah dua bulan berproses dan sudah banyak juga yang diperiksa bahkan dikabarkan pelakunya juga sudah diketahui namun sampai saat ini tak ada juga yang ditangkap. Ada apa ini kenapa lambat sekali. Terkesan sangat lamban hingga kami berencana melaporkan hal ini ke Propam,” ujar Sembiring. Kamis 31/10/2024.
Sembiring menceritakan, bahwa anaknya mengalami luka bacokan senjata tajam dibagian kepala saat mau pulang kerumahnya dari Desa Petangguhan Kecamatan Galang. Tepat didepan SMAN I Bangun Purba, Anaknya dihadang para pelaku yang rombongan. Melihat hal itu korban yang dibonceng temannya tancap gas namun dikejar.
” Pas dikejar Agung dibacok pakai celurit oleh pelaku sedangkan Alfi dipukul kayu papan, hingga setiba di simpang Desa Batu gingging Agung terjatuh karena kepalanya robek parah terkena bacokan celurit pelaku diduga anak geng motor,” pungkas Sembiring.( Wan)
EDITOR : Rahmad












