posmetromedan.com – Tujuh orang hanyut terseret arus sungai saat mandi di Sungai Barumun. Empat ditemukan selamat, satu meninggal dunia dan dua lainnya masih belum ditemukan alias hilang.
Kepala BPBD Padang Lawas, H. Amithadi Nasution, SH, bersama Kapolsek Barumun Tengah, Iptu E. Sitorus, SH, MH, membenarkan kejadian korban hanyut di desa Huristak tersebut.
Dikatakan, Minggu (14/7/2024) sekitar pukul 16.30 WIB ada 7 orang remaja putri mandi di sungai Barumun di desa Huristak. Saat menyeberang mereka terseret arus sungai.
Empat orang diantaranya selamat, sekalipun ada tiga orang yang sempat terseret arus sungai sepanjang 200 meter, satu orang masih di pinggir sungai, namun satu orang ditemukan meninggal dunia serta dua orang anak gadis lainnya masih belum ditemukan.
Korban selamat yakni Salsabilah Siregar (12), Riana Humaniora Hasibuan (9), Hotnidayani Siregar (17), Hafizah Almarwah Hasibuan (14) warga Desa Huristak.
Sedang Putri Jelita Hasibuan (18) ditemukan meninggal dunia saat ditemukan 200 meter dari lokasi kejadian dan semua korban masih keluarga dekat.
Sementara dua gadis lainnya sampai berita ini dikirim masih juga belum ditemukan dan seluruh instansi terkait juga sudah dikoordinasikan, untuk turut membantu tim Basarnas. Korban hilang yakni Fitri Anjani Hasibuan (17) dan Desvita Hasiyuna Hasibuan (9).
“Dan kita tetap berharap agar korban hanyut yang belum ditemukan, bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya. Bagaimanapun, kepala BPBD telah meminta bantuan Basarnas untuk pencarian dua korban hanyut yang masih belum ditemukan.
Sementara itu, Kapolres Palas AKBP Diari Astetika mengatakan ketujuh perempuan itu mandi-mandi di bawah jembatan yang mana di tengah sungai ada tumpukan pasir tempat bermain.
Lalu, saat akan menyeberang ke pinggir sungai, empat korban, Putri, Fitri, Desvita, dan Riana, hanyut. Rekan korban pun berteriak. Tak lama, sejumlah warga datang dan mencoba menolong para korban.
Perwira menengah polri itu menyebut pihaknya bersama TNI, BPBD dan Basarnas masih mencari keberadaan kedua korban lainnya. Sejauh ini, kedua korban belum ditemukan.
“Sejak pagi tadi, tim gabungan Polri, TNI, Basarnas Tabagsel dan Pemda Palas beserta warga masyarakat sudah melakukan pencarian lanjutan terhadap korban yang hilang. (Saat ini) masih dilakukan pencarian terhadap dua orang korban,” pungkasnya.
Terpisah, Koordinator Pos SAR Mandailing Natal, M Rizal Rangkuti mengatakan, enam personel sudah dikirim ke Kabupaten Padanglawas guna mencari dua korban yang masih dinyatakan hilang usai disapu banjir bandang. “Pencarian dilakukan sejak Senin pagi,” kata Rizal, Senin (15/7/2024).
Guna memaksimalkan pencarian, kata Rizal, enam personel itu dibagi menjadi tiga tim SRU. Yaitu SRU I melakukan pencarian mulai dari lokasi awal korban terseret pada sisi kiri sungai menggunakan perahu LCR milik Pos SAR Madina.
SRU II melakukan pencarian pada sisi kanan sungai mulai dari lokasi awal korban terseret menuju hilir sungai menggunakan perahu rafting milik Pos SAR Madina.
Sedangkan SRU III melakukan pencarian pada sisi tengah sungai mulai dari lokasi awal kejadian menggunakan perahu kayak milik Pos SAR Madina.
“Dikarenakan Sungai Barumun cukup lebar sehingga dalam melakukan pencarian kita menggunakan sapuan setiap sisi sungai baik kiri, tengah dan kanan sungai secara bersamaan mulai dari lokasi awal kejadian menuju hilir sungai,” katanya.
Pencarian yang dilakukan untuk sementara ini dihentikan. Upaya pencarian baru akan dilanjutkan Selasa (16/7/2024) pagi. “Pencarian hari ini kita belum menemukan korban lagi. Besok Mudah-mudahan hasilnya lebih baik,” katanya.(bbs)












