PERUMAHAN WEB

Kejati Sumut Tuntut Mati 44 Tersangka Kasus Narkoba

oleh
Kantor Kejati Sumut. (ISTIMEWA/Posmetromedan.com)

POSMETRO MEDAN – Terhitung sejak bulan Januari hingga Juni 2024, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) telah menuntut pidana mati sebanyak 44 terdakwa atas kasus tindak pidana narkotika dan zat adiktif lainnya di wilayah hukum Kejati Sumut.

 Kepada wartawan, Kajati Sumut melalui salah seorang Koordinator Bidang Intelijen, Yos A Tarigan mengatakan, tuntutan pidana mati diharapkan memberi efek jera kepada para pelaku tindak pidana narkotika, termasuk bandar dan pengguna.

BACA JUGA..  Mantan Bupati Batubara Zahir Resmi Tersangka

 Masih keterangan Yos, para pengedar maupun sindikat lainnya agar berpikir ulang untuk melakukan tindakan hukum dengan adanya tuntutan mati tersebut.

 Penetapan tuntutan pidana mati tertuang berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 yang menegaskan bahwa hukuman setimpal bagi pelanggar berat kejahatan narkoba berupa hukuman mati.

 “Tindak pidana narkotika merupakan sebuah persoalan yang tidak mudah dan menjadi jenis kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Dimana, dengan narkoba yang diedarkannya sudah berapa banyak manusia yang korban, sudah berapa banyak generasi muda kita yang kehilangan masa depan,” tegas mantan Kasi Pidsus Kejari Deli Serdang ini, Rabu (10/7).

BACA JUGA..  Maling Ternak Dibal-bal Massa, Motornya Dibakar

 Berikut tuntutan pidana mati yang dilakukan jaksa penuntut umum (JPU) berasal dari Kejari Medan (18 terdakwa), Kejari Asahan (14 terdakwa), Kejari Tanjung Balai (5 terdakwa), Kejari Deli Serdang (3 terdakwa).

 “Kemudian, Kejari Belawan (2 terdakwa), Kejari Langkat (1 terdakwa) dan Kejari Binjai (1 terdakwa), total keseluruhan 44 terdakwa,” tutup Yos.

BACA JUGA..  Pencuri Hewan Ternak Nyaris Tewas Diamuk Massa 

Sumber : Random
Editor : Oki Budiman