Komisaris RSU Bidadari Group Kabarnya Mencalonkan Bupati Langkat

oleh
Komisaris Utama RSU Bidadari Group, H Nurdiansyah SE dilantik pimpin Apindo Kabupaten Langkat periode 2023-2028, Jumat (1/12/23) di aula RSU Mahkota Bidadari Gebang. (Istimewa)

POSMETROMEDAN.com- Pak Dian sapaan akrab H Nurdiansyah SE, Komisaris Utama RSU Bidadari Group dikabarkan bakal maju pada Pilkada Langkat 2024, mencalonkan diri sebagai Bupati periode 2024-2029.

Kabar itu menyeruak saat dirinya dilantik sebagai Ketua DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Langkat periode 2023-2028, Jumat (1/12/2023).

Pelantikannya ditandai penandatanganan SK Pelantikan dan penyerahan bendera pataka oleh Ketua DPP Apindo Sumatera Utara, DR Haposan Siallagan SH MHb kepada Pak Dian, bertempat di aula RSU Mahkota Bidadari Gebang, Langkat.

BACA JUGA..  Empat Prinsip Dipesankan Pj Bupati Langkat untuk ASN Berkualitas

Pak Dian ditanyai soal rencana pencalonan dirinya, menjawab jika didukung ada niatnya memajukan Langkat dengan cara menciptakan banyak lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran.

“Niatnya majukan Langkat dengan cara mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja yang banyak,” ujarnya melalui seluler.

Kendati demikian, menurut Pak Dian, pencalonan Bupati Langkat memerlukan proses panjang dan persiapan matang.

BACA JUGA..  2 TPS Diduga Curang, LIRA Minta KIP Agara Lakukan Pemungutan  Suara Ulang

“Kalau untuk itu (pencalonan) perlu proses yang matang dan dukungan masyarakat loh bang,” cetusnya.

Dari sumber, kerabat Pak Dian, di usaha keluarganya beliau sebagai Konseptor Bisnis, ide dan pemikirannya selalu cemerlang dan berhasil membangun bisnis usaha bersama keluarganya hingga meningkat pesat.

Meski telah suskes, sambungnya, Pak Dian selalu berpenampilan sederhana. Bahkan tempat ditinggal di Kota Binjai dan Kuala Begumit Kecamatan Binjai, Langkat juga tidak megah, terlihat sederhana.

BACA JUGA..  Bahas Perubahan Perda Kesehatan, DPRD Sumut Kunker ke Langkat

“Salah satu kebiasaannya, memberikan santunan ke anak yatim piatu dan janda tua di setiap minggu. Kebiasaan itu masih terus berlangsung sampai saat ini,” ungkap narasumber.(*)

Reporter: MA Santoso
Editor: Mangampu Sormin